Awaludin
, Jurnalis-Jum’at, 23 Januari 2026 |22:57 WIB
Direktur Eksekutif GREAT Institute Sudarto (foto: dok ist)
JAKARTA – GREAT Institute menyampaikan apresiasi atas pidato Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss. Pidato tersebut dinilai menandai kehadiran Indonesia bukan sekadar sebagai peserta forum global, melainkan sebagai penyampai gagasan dan arah kebijakan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dunia.
Direktur Eksekutif GREAT Institute, Sudarto, menilai pidato Prabowo di Davos menunjukkan upaya sadar untuk membawa Prabowonomics sebagai kerangka pemikiran ekonomi yang berangkat dari pengalaman negara berkembang, namun tetap relevan bagi diskursus ekonomi global.
“Pidato Presiden Prabowo di Davos tidak sekadar berbicara tentang pertumbuhan, tetapi menegaskan bahwa stabilitas, kedaulatan ekonomi, dan pembangunan manusia merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan ekonomi nasional maupun global,” ujar Sudarto, Jumat (23/1/2026).
Dalam pidatonya, kata dia, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan di Indonesia. Ia menyoroti kondisi dunia yang tengah berada dalam fase ketidakpastian akibat konflik geopolitik, krisis energi dan pangan, serta rapuhnya rantai pasok global. Dalam konteks tersebut, Prabowo menegaskan bahwa perdamaian, stabilitas, dan tata kelola yang kuat merupakan prasyarat bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

