
Bandung, CNN Indonesia —
Bencana longsor yang terjadi di lereng Gunung Burangrang, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menelan korban jiwa dan berdampak pada ratusan warga. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat 113 warga terdampak dalam peristiwa tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa dari total korban terdampak, 23 orang berhasil selamat dan telah dievakuasi ke tenda darurat yang disiapkan pemerintah.
“Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan. Kemudian ada 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Herman di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, proses pencarian korban saat ini dikoordinasikan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas.
Pemerintah memastikan penanganan korban selamat menjadi prioritas utama sembari menunggu kondisi cuaca dan medan yang lebih aman untuk melanjutkan proses evakuasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengungkap dugaan sementara penyebab terjadinya longsor di lereng Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat, yang menimbulkan korban jiwa dan hilangnya puluhan warga.
Herman Suryatman menyebutkan hasil pengamatan awal di lapangan menunjukkan adanya alih fungsi lahan dari kawasan hutan atau kebun dengan tanaman keras menjadi kebun sayuran atau palawija.
“Kawasan ini dulunya lahan dengan tanaman keras, tapi sekarang sebagian besar menjadi kebun palawija. Saat hujan deras turun, ditambah adanya aliran air, meskipun kecil, kemungkinan terjadi bendung alam dari batu dan kayu yang kemudian jebol,” jelas Herman.
Menurutnya, kondisi tersebut diduga memicu banjir bandang yang disertai longsor, meski penyebab pastinya masih memerlukan kajian lebih lanjut dari para ahli.
“Ini dugaan sementara berdasarkan kondisi lapangan. Tentu nanti akan ada pendalaman lebih lanjut oleh tim ahli,” tambahnya.
[Gambas:Video CNN]
(csr/agt)

