Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tundukkan Pimblett, Justin Gaethje Rebut Gelar Interim UFC Kelas Ringan

    January 25, 2026

    Sekolah Tatap Muka Kembali Berjalan Jika Cuaca Cerah

    January 25, 2026

    1.600 Warga di Jakarta Masih Mengungsi Imbas Banjir : Okezone News

    January 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Iran Tak Bisa Diruntuhkan Lewat Tekanan Politik hingga Mobilisasi Massa

    Iran Tak Bisa Diruntuhkan Lewat Tekanan Politik hingga Mobilisasi Massa

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 25, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Pengamat hubungan internasional Sentral Politika, Muhammad Rizal Rumra memandang, upaya Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk menggoyang pemerintahan Iran tidak bisa dibaca semata dari dimensi militer atau ekonomi.


    Menurutnya, fondasi ideologis dan loyalitas politik yang mengakar kuat di dalam negeri, serta jaringan aliansi global yang kian solid telah dilakukan oleh Iran.

    “Banyak pihak di Barat keliru membaca Iran hanya sebagai negara otoriter yang bisa runtuh lewat tekanan ekonomi atau mobilisasi massa. Padahal, Iran adalah negara ideologis dengan struktur loyalitas yang sangat dalam, dari masyarakat hingga elite kekuasaan,” ujar Rizal kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 25 Januari 2026.



    Dia mencermati, Revolusi Islam Iran pada 1979 bukan sekadar peristiwa politik, melainkan transformasi identitas nasional Iran yang menjadikan deologi wilayat al-faqih dan narasi perlawanan terhadap hegemoni Barat, membentuk konsensus dasar negara yang terus direproduksi lintas generasi.

    “Bagi Iran, konflik dengan AS dan Israel bukan isu kebijakan sesaat, tapi bagian dari identitas negara. Narasi anti-imperialisme dan perlawanan terhadap Zionisme telah menjadi bahasa politik sehari-hari negara,” urainya.

    Persepsi tentang keruntuhan Iran akibat gelombang demonstrasi besar yang kembali terjadi dalam beberapa tahun terakhir, dipandang Rizal sebagai analisis yang terlalu simplistik.

    “Iran memang menghadapi ketidakpuasan ekonomi, inflasi, dan kesenjangan sosial. Tapi itu tidak otomatis berujung pada delegitimasi negara. Dalam sistem Iran, kritik terhadap pemerintah tidak selalu berarti penolakan terhadap negara atau revolusi,” tuturnya.

    Adapun di tingkat global, Sarjana Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini meyakini Iran tidak lagi terisolasi seperti dekade-dekade awal pasca-revolusi.

    Rizal menyoroti menguatnya poros strategis Iran dengan Rusia dan Tiongkok sebagai faktor kunci kegagalan strategi tekanan AS yang sekarang ini tengah digencarkan.

    “Iran hari ini berada dalam ekosistem geopolitik multipolar. Kerja sama dengan Rusia di bidang militer dan keamanan, serta dengan Tiongkok di sektor energi dan perdagangan, membuat sanksi Barat kehilangan daya hancurnya,” jelasnya.

    Oleh karena itu, ia menilai kemitraan jangka panjang Iran–Tiongkok dan kedekatan Iran–Rusia dalam berbagai konflik regional, menunjukkan bahwa Teheran kini menjadi bagian penting dari blok anti-hegemoni global.

    “Masalah utama AS dan Israel adalah kesalahan membaca karakter negara Iran. Mereka mengira Iran bisa diperlakukan seperti negara klien atau negara rapuh, padahal Iran adalah negara perlawanan dengan memori kolektif panjang terhadap intervensi asing,” kata Rizal.

    “Selama fondasi ideologi dan loyalitas internal Iran tetap utuh, selama itu pula upaya menggulingkan Iran dari luar akan terus gagal,” tambahnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Sekolah Tatap Muka Kembali Berjalan Jika Cuaca Cerah

    January 25, 2026

    Korban Longsor Cisarua Bertambah, 16 Kantong Jenazah Dievakuasi

    January 25, 2026

    Mantan Kajari HSU Albertinus P Napitupulu Gugat Praperadilan KPK Soal Penyitaan

    January 25, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Tundukkan Pimblett, Justin Gaethje Rebut Gelar Interim UFC Kelas Ringan

    Berita Olahraga January 25, 2026

    Ligaolahraga.com -Justin Gaethje kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu petarung paling menghibur dalam sejarah UFC…

    Sekolah Tatap Muka Kembali Berjalan Jika Cuaca Cerah

    January 25, 2026

    1.600 Warga di Jakarta Masih Mengungsi Imbas Banjir : Okezone News

    January 25, 2026

    Korban Longsor Cisarua Bertambah, 16 Kantong Jenazah Dievakuasi

    January 25, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Tundukkan Pimblett, Justin Gaethje Rebut Gelar Interim UFC Kelas Ringan

    January 25, 2026

    Sekolah Tatap Muka Kembali Berjalan Jika Cuaca Cerah

    January 25, 2026

    1.600 Warga di Jakarta Masih Mengungsi Imbas Banjir : Okezone News

    January 25, 2026

    Korban Longsor Cisarua Bertambah, 16 Kantong Jenazah Dievakuasi

    January 25, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.