“Kinerja Divisi SDM sangat baik dalam menerjemahkan kebijakan Kapolri. Selain itu mereka juga sangat respektif terhadap kehendak transformasi Polri oleh publik. Kita sangat mengapresiasi itu,” ucap Founder Kontra Narasi sekaligus Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institut, Sandri Rumanama dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 25 Januari 2026.
Lanjut dia, tugas SDM Polri adalah mengelola seluruh aspek personel agar kinerjanya semakin baik dan mendapat kepuasan masyarakat.
“Tugas mereka sangat berat untuk satu prinsipnya yakni memastikan anggota Polri profesional, berkualitas, dan sejahtera dalam melayani masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa salah satu indikator kesuksesan Divisi SDM Polri adalah soal rekrutmen yang transparan. Selain itu pelatihan-pelatihan serta asesmen peningkatan kapabilitas personel juga diperlukan agar memiliki tren positif di mata publik.
Sandi melihat saat ini banyak personel Polri bertransformasi menjadi polisi modern, kolaboratif, humanis serta prima dalam tugas pelayanan dan pengayoman masyarakat.
Hal itu berdasarkan Indeks Pelayanan Publik (IPP) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Polri dalam mengukur kualitas layanan kepolisian berdasarkan kecepatan, kemudahan, dan profesionalisme.
“IPP Polres meningkat menjadi 3,88 (kategori baik) dengan tingkat kepuasan publik mencapai 79,8 persen di 2025. Ini mencerminkan peningkatan signifikan yang fokus pada transformasi presisi,” pungkasnya.

