Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Daniel Bauer Kritik Performa Wolfsburg Usai Tumbang dari Mainz

    January 25, 2026

    Sabrang Sudah Bantu Pemerintah Sejak Era Jokowi

    January 25, 2026

    4 Fakta 28 Juta Penduduk Indonesia Alami Masalah Kejiwaan : Okezone Women

    January 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Mahasiswa Luwu Tutup Jalan Trans Sulawesi, Dipicu Isu Pemekaran

    Mahasiswa Luwu Tutup Jalan Trans Sulawesi, Dipicu Isu Pemekaran

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 25, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Pemblokiran dilakukan di dua titik, yakni di Desa Mamara dan Desa Buntu Awo, Kecamatan Walenrang Utara. Aksi ini telah berlangsung selama dua hari, sejak Jumat, 23 Januari 2026 hingga Sabtu, 24 Januari 2026. Praktis hal itu menyebabkan arus lalu lintas Trans Sulawesi lumpuh total.


    Ketua Umum PB IPMIL, Abd. Hafid, menegaskan bahwa aksi penutupan Jalan Trans Sulawesi yang dilakukan bersama Aliansi Wija To Luwu merupakan akumulasi kekecewaan mendalam mahasiswa dan masyarakat terhadap sikap dan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

    “Perjuangan ini bukan sekadar tentang pemekaran wilayah, tetapi tentang martabat, keadilan, dan masa depan rakyat Luwu Raya. Aksi penutupan jalan adalah ekspresi kekecewaan kolektif, bukan tindakan spontan,” kata Hafid dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026. 



    Lanjut dia, selama belum ada respons dan sikap tegas dari pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mahasiswa dan masyarakat Luwu Raya akan tetap berdiri bersama dan konsisten melakukan blokade sebagai bentuk tekanan politik yang sah dan konstitusional.

    Menurut Hafid, kondisi itu menyatukan kesadaran kolektif masyarakat Luwu Raya – mulai dari pemuda, mahasiswa, hingga masyarakat akar rumput. Mereka kemudian melahirkan aksi besar pada 23 Januari 2026, yang dimaknai sebagai Momentum Hari Perlawanan Rakyat Luwu. 

    Ia menilai ketimpangan struktural yang terus berlangsung, ditambah jauhnya jarak antara pemangku kebijakan dan realitas kehidupan masyarakat, telah melahirkan kebijakan yang tidak objektif serta pemerataan pembangunan yang jauh dari kata adil. 

    “Di sisi lain, Luwu Raya terus diposisikan sebagai wilayah pinggiran, sementara potensi sumber daya alamnya dieksploitasi tanpa diimbangi dengan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

    Hafid menjelaskan, pemekaran Luwu Tengah sebagai Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) merupakan sebuah keniscayaan, terutama bagi wilayah Walmas yang secara geografis telah terpisah dari kabupaten induk. 

    “Kondisi tersebut selama ini menyulitkan masyarakat dalam pengurusan administrasi, pelayanan publik, hingga akses pemerintahan akibat jarak tempuh yang sangat jauh, yang menurutnya merupakan bentuk ketidakadilan struktural yang tidak boleh terus dibiarkan,” pungkasnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Sabrang Sudah Bantu Pemerintah Sejak Era Jokowi

    January 25, 2026

    Sekjen DPR Gugat KPK soal Status Tersangka

    January 25, 2026

    Prabowo Boyong Investasi Rp90 Triliun dari Lawatan Eropa

    January 25, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Daniel Bauer Kritik Performa Wolfsburg Usai Tumbang dari Mainz

    Berita Olahraga January 25, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Jerman: Pelatih VfL Wolfsburg, Daniel Bauer, memberikan komentar terkait kekalahan yang diterima…

    Sabrang Sudah Bantu Pemerintah Sejak Era Jokowi

    January 25, 2026

    4 Fakta 28 Juta Penduduk Indonesia Alami Masalah Kejiwaan : Okezone Women

    January 25, 2026

    Hasil Bundesliga: Reaksi Urs Fischer Usai Mainz Tumbangkan Wolfsburg

    January 25, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Daniel Bauer Kritik Performa Wolfsburg Usai Tumbang dari Mainz

    January 25, 2026

    Sabrang Sudah Bantu Pemerintah Sejak Era Jokowi

    January 25, 2026

    4 Fakta 28 Juta Penduduk Indonesia Alami Masalah Kejiwaan : Okezone Women

    January 25, 2026

    Hasil Bundesliga: Reaksi Urs Fischer Usai Mainz Tumbangkan Wolfsburg

    January 25, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.