“Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor,” ungkap Ali kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Jebolan AAL 1989 tersebut mengatakan proses pencarian dan evakuasi hingga saat ini masih terus dilakukan. Dari total korban yang tertimbun, empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal.
“Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya M Syafii mengungkapkan bahwa kondisi cuaca dan material longsoran menjadi kendala utama dalam proses evakuasi korban.
“Pertama kami sangat bergantung pada cuaca. Kedua, kondisi longsoran masih berupa lumpur sehingga menyulitkan proses pencarian,” kata Syafii dalam keterangannya, Minggu, 25 Januari 2026.

