Fabio Quartararo tak mau lagi terbujuk rayuan dalam menentukan masa depannya terutama jelang MotoGP 2027 (Foto: Instagram/@fabioquartararo20)
FABIO Quartararo tak mau lagi terbujuk rayuan dalam menentukan masa depannya terutama jelang MotoGP 2027. Ia memilih untuk lebih mengutamakan diri sendiri!
Quartararo mengalami musim yang sulit bersama Monster Energy Yamaha sejak gagal mempertahankan titel juara dunianya pada 2022. Ia sudah paceklik kemenangan sejak GP Jerman empat tahun silam.

Padahal, Quartararo merupakan salah satu juara dunia MotoGP yang disebut punya bakat hebat. Statistiknya cukup mentereng dengan 11 kemenangan dan 32 podium dalam 133 start di MotoGP sejak 2019.
1. Kesempatan Pindah
Sayangnya, hasil-hasil yang ditorehkan Quartararo banyak terpengaruh oleh jebloknya performa motor Yamaha YZR-M1. Sejak juara dunia pada 2021, El Diablo lebih sering berkutat di papan tengah.
Kesempatan untuk pindah pada akhir 2023 pun disia-siakan. Quartararo lebih memilih memperpanjang kontraknya bareng Yamaha pada MotoGP 2025 dan 2026, sesuatu yang kini jadi beban pikirannya.
Dengan bakal berubahnya regulasi pada MotoGP 2027, Quartararo mengaku akan lebih pilih-pilih. Pria asal Prancis itu ingin fokus mencapai tujuan utamanya yang tentu saja jadi juara dunia lagi.

