Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Eks Komjak Nilai Narasi Nonhukum Muncul di Sidang Kasus Chromebook : Okezone News

    January 26, 2026

    Kuota Haji Tambahan Urusan Kementerian Agama

    January 26, 2026

    Dean Huijsen Mulai Menemukan Kembali Kebugarannya

    January 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Program Presiden»Sebelum Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Tekankan Perbedaan Sinergi Pertumbuhan Ekonomi : Okezone Economy

    Sebelum Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Tekankan Perbedaan Sinergi Pertumbuhan Ekonomi : Okezone Economy

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 26, 2026No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Thomas Djiwandono Deputi Bank Indonesia (Foto: Okezone)




    JAKARTA – Sesaat sebelum dinyatakan terpilih secara mufakat oleh Komisi XI DPR RI, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono memberikan penjelasan mendalam mengenai visi sinergi fiskal dan moneter yang ia tawarkan. 

    Thomas menegaskan bahwa kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) di masa depan akan berfokus pada akselerasi pertumbuhan ekonomi, bukan lagi pada skema darurat seperti masa pandemi.

    Menurut Thomas, kondisi ekonomi nasional yang stabil saat ini memungkinkan otoritas fiskal dan moneter untuk bekerja lebih erat guna mendorong target pertumbuhan yang lebih tinggi.

    “Secara singkatnya, saya menekankan bahwa sinergi fiskal dan moneter itu sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi ke depan, dan sangat bisa karena kondisi ekonomi kita sedang baik, dan moneter dan fiskal memang sudah bekerja sama selama ini,” jelas Thomas kepada media di Komisi XI DPR RI, Senin (26/1/2026).

    Menjawab pertanyaan mengenai potensi keberlanjutan skema burden sharing (berbagi beban) dalam pembiayaan APBN, Thomas memberikan batas yang tegas. Ia menyebut bahwa burden sharing adalah instrumen masa lalu yang lahir karena kondisi luar biasa (Pandemi COVID-19), sedangkan fokus saat ini adalah efisiensi likuiditas untuk mendukung pertumbuhan.

     



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Eks Komjak Nilai Narasi Nonhukum Muncul di Sidang Kasus Chromebook : Okezone News

    January 26, 2026

    Noel Klaim Ada Parpol dan Ormas Terlibat Pemerasan K3, KPK Tantang Buka Fakta di Persidangan : Okezone News

    January 26, 2026

    Polisi Duga Reza Arap Berada di TKP Meninggalnya Lula Lahfah : Okezone Celebrity

    January 26, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Eks Komjak Nilai Narasi Nonhukum Muncul di Sidang Kasus Chromebook : Okezone News

    Program Presiden January 26, 2026

    Awaludin , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |21:37 WIB Kasus Korupsi…

    Kuota Haji Tambahan Urusan Kementerian Agama

    January 26, 2026

    Dean Huijsen Mulai Menemukan Kembali Kebugarannya

    January 26, 2026

    Eddy Soeparno Tegaskan Urgensi RUU Pengelolaan Perubahan Iklim

    January 26, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Eks Komjak Nilai Narasi Nonhukum Muncul di Sidang Kasus Chromebook : Okezone News

    January 26, 2026

    Kuota Haji Tambahan Urusan Kementerian Agama

    January 26, 2026

    Dean Huijsen Mulai Menemukan Kembali Kebugarannya

    January 26, 2026

    Eddy Soeparno Tegaskan Urgensi RUU Pengelolaan Perubahan Iklim

    January 26, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.