Promotor Matchroom Boxing, Eddie Hearn, mengakui bahwa Andy Cruz sebenarnya bisa berbuat lebih banyak saat menantang Raymond Muratalla dalam perebutan gelar juara dunia kelas ringan IBF, Sabtu (24/1) lalu.
Meski demikian, Hearn mengecam keras salah satu kartu juri yang dinilainya tidak masuk akal dan mencederai esensi pertandingan tinju yang kompetitif.
Laga kelas 61,2 kilogram tersebut berlangsung ketat dan penuh adu taktik. Muratalla akhirnya keluar sebagai pemenang melalui keputusan mayoritas.
Namun, kartu juri Tim Cheatham yang memberi kemenangan telak 118-110 untuk Muratalla menuai sorotan tajam.
Dua juri lainnya memberikan penilaian yang jauh lebih realistis, yakni 116-112 untuk Muratalla dan 114-114 yang berujung pada kemenangan mayoritas sang juara bertahan.
Menurut Hearn, skor 118-110 adalah “aib”. Ia menilai pertarungan tersebut tidak mungkin dinilai sepihak sejauh itu.
Dari sudut pandangnya, hasil 7-5 atau bahkan 8-4 untuk Muratalla masih dapat diterima.
Hearn menegaskan bahwa sekadar maju menyerang dan memukul sarung tangan lawan tidak seharusnya selalu dihitung sebagai kemenangan ronde.
Hearn juga mengakui Muratalla pantas menang karena aktivitas dan tekanan yang ia berikan, terutama di ronde-ronde akhir.
Namun, ia merasa Andy Cruz setidaknya mampu merebut lima ronde dan hanya kurang agresif dari sisi volume pukulan.
Faktor pengalaman profesional turut berperan besar, mengingat Muratalla telah melakoni 24 pertarungan pro, jauh lebih banyak dibandingkan Cruz yang baru menjalani laga ketujuhnya.
Cruz, peraih emas Olimpiade Tokyo 2021, memang sempat menyulitkan Muratalla dengan pergerakan kaki dan tinju baliknya.
Statistik CompuBox bahkan mencatat Cruz unggul satu pukulan secara keseluruhan dan lebih banyak mendaratkan jab.
Namun Muratalla unggul signifikan dalam pukulan bertenaga, yang tampaknya lebih memikat juri.
Usai laga, Andy Cruz mengakui ia selalu merasa bisa tampil lebih baik, meski tetap yakin telah melakukan cukup banyak untuk menang.
Pada akhirnya, ia menerima kekalahan tersebut dengan lapang dada dan mengakui kualitas Muratalla sebagai juara dunia.
Ke depan, Hearn menyarankan Cruz mempertimbangkan turun ke kelas super ringan 130 pound, di mana kecepatan dan tekniknya diyakini bisa lebih maksimal.
Artikel Tag: Andy Cruz, Raymond Muratalla, olimpiade tokyo, Eddie Hearn
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/andy-cruz-dinilai-kurang-maksimal-skor-telak-juri-tuai-kecaman

