Badai salju di AS (Foto: BBC)
AS – Suhu dingin ekstrem diperkirakan masih akan menyelimuti sebagian besar wilayah timur Amerika Serikat (AS) seiring dengan pergerakan badai musim dingin besar yang terus menerjang negara tersebut.
Setidaknya 20 kematian dikaitkan dengan suhu dingin yang membeku dan hujan salju lebat. Meski pihak berwenang menyatakan bahwa dalam beberapa kasus, masih terlalu dini untuk menentukan penyebab pasti kematian para korban.
Hingga saat ini, jutaan warga masih diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah. Sekolah-sekolah ditutup, jadwal perjalanan terganggu, dan ratusan ribu orang terpaksa hidup tanpa aliran listrik—meskipun tingkat gangguan dilaporkan mulai mereda di sebagian besar wilayah sejak akhir pekan lalu.
Gubernur Kentucky Andrew Beshear menyampaikan, sistem badai tersebut sebagian besar telah bergerak meninggalkan wilayahnya. Namun, ia tetap memberikan peringatan waspada kepada warga.
“Kami belum sepenuhnya aman,” tegas Beshear melansir BBC, Selasa (27/1/2026).
Sejumlah negara bagian lain juga diperkirakan akan terus dihantam oleh fenomena “pembekuan hebat” (deep freeze). Layanan Cuaca Nasional (National Weather Service) menyatakan, “Suhu dingin yang membeku akan berdampak pada dua pertiga wilayah timur AS minggu ini, dan sejumlah rekor suhu terendah diprediksi akan tercipta,” imbuhnya.
Intensitas curah hujan salju akibat badai ini terus berkurang di sebagian besar lokasi. Pada Selasa, badai tersebut diprediksi hanya akan terbatas di wilayah ujung timur Kanada.
(Arief Setyadi )

