Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Demi Tiket Play-off, Sebastien Pocognoli Minta Monaco Fokus Hadapi Juventus

    January 27, 2026

    Partai Gerakan Rakyat Lahir untuk Anies

    January 27, 2026

    Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Gabung Ajax Amsterdam, Dikontrak hingga 2029! : Okezone Bola

    January 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Cara Tuhan Mengangkat Derajat Penjual Es Gabus

    Cara Tuhan Mengangkat Derajat Penjual Es Gabus

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 27, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Mungkin inilah cara Tuhan mengangkat derajat penjual es itu beserta keluarganya. 


    Tak ada yang benar-benar siap melihat bagaimana Tuhan bekerja dengan cara yang begitu sunyi, pelan, tapi menghantam tepat ke dada. 

    Dari seorang lelaki tua penjual es gabus yang kemarin berdiri tertunduk, hari ini Sudrajat duduk di rumah sempitnya di sebuah gang kecil Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, dengan mata yang berkali-kali basah. 



    Rumah itu tak berubah. Dinding sederhana, ruang yang sempit, dan hidup yang selama ini dijalani dengan hemat air mata. Yang berubah hanyalah satu hal, harapan kini berani bernapas.

    Selasa, 27 Januari 2026, pintu rumah Sudrajat diketuk bukan oleh kesulitan, melainkan oleh perhatian. 

    Pemerintah Kabupaten Bogor datang membawa sembako, diserahkan oleh Sekretaris Kecamatan Rawa Panjang, Elfi Nila Hartanti, bersama Kepala Desa Mohammad Agus dan perwakilan Dinas Sosial, Ferianto. 

    Bagi keluarga Sudrajat, bantuan itu bukan sekadar beras, minyak, dan gula. Itu adalah bukti, penderitaan mereka akhirnya terlihat. 

    Sudrajat, lelaki yang terbiasa diam, hanya mengangguk pelan, sebuah bahasa tubuh orang yang terlalu lama menahan beban, hingga lupa bagaimana caranya berterima kasih dengan kata-kata.

    Lalu kalimat itu diucapkan, pelan tapi mengguncang. Anak-anak Sudrajat akan dibantu kembali bersekolah. 

    Data boleh berbeda, ada yang menyebut empat anak, ada yang mengatakan lima, dengan tiga anak terhenti sekolah, tetapi esensinya sama. Ada mimpi yang sempat terkubur karena kemiskinan. 

    Elfi berkata, “Kami akan bantu mereka mengenyam kembali pendidikan sesuai perintah presiden.” 

    Di sudut ruangan, Sudrajat menunduk lebih dalam. Bagi seorang ayah, janji tentang sekolah anak adalah janji tentang masa depan yang selama ini hanya bisa ia doakan, bukan ia rencanakan.

    Pertolongan datang lagi dari arah yang tak disangka. Polres Bogor menyampaikan akan memberikan gerobak baru. Bukan sekadar alat jualan, tetapi simbol bahwa hidup Sudrajat tak berhenti di video viral. 

    Polisi dan TNI juga telah mengganti kerugian es-es yang sempat disita dan diuji laboratorium. Di situ, harga diri seorang pedagang kecil dipulihkan perlahan, setetes demi setetes, seperti air mata yang akhirnya boleh jatuh.

    Ketika Sudrajat mengira semua ini sudah cukup, Tuhan membuka pintu yang lebih besar. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengutus orangnya untuk menelpon langsung. Sudrajat diajak bertemu. 

    Hari ini atau Rabu esok. Seorang tukang es gabus, yang kemarin ditatap curiga, kini dipanggil untuk didengar oleh pemimpin provinsi. Bukan karena kuasa, bukan karena harta, melainkan karena kejujuran yang tak pernah ia lepaskan.

    Di rumah kecil itu, cerita hidup Sudrajat berbelok tajam. Dari tuduhan ke pemulihan, dari malu ke martabat, dari diam ke harapan. 

    Tuhan mengangkat derajatnya bukan dengan kemewahan, tetapi dengan perhatian yang tepat sasaran, makanan untuk hari ini, sekolah untuk anak-anaknya, alat kerja untuk besok, dan pengakuan bahwa ia tak salah. 

    Jika pembaca meneteskan air mata, itu bukan karena kisah ini sedih, melainkan karena kita sedang menyaksikan keajaiban yang bekerja pada orang paling sederhana, mengingatkan kita bahwa doa orang kecil sering kali paling cepat sampai ke langit.

    Jangan pernah meremehkan orang kecil. Karena, Tuhan sering memilih mereka sebagai jalan untuk menegur kesombongan, menguji empati, dan mengajarkan bahwa keadilan sejati lahir dari keberpihakan pada yang lemah. 

    Ketika manusia tergesa menghakimi, Tuhan justru bekerja pelan mengangkat derajat, memulihkan martabat, dan membuktikan bahwa air mata orang jujur tidak pernah jatuh sia-sia. Ia selalu menjadi doa yang menemukan jalannya sendiri.

    Rosadi Jamani
    Ketua Satupena Kalbar





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Partai Gerakan Rakyat Lahir untuk Anies

    January 27, 2026

    Jakarta Diambil Alih Oligarki Setelah Ibukota Pindah ke IKN

    January 27, 2026

    Pabrik Swallow di Medan Diamuk Api

    January 27, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Demi Tiket Play-off, Sebastien Pocognoli Minta Monaco Fokus Hadapi Juventus

    Berita Olahraga January 27, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Champions: Manajer AS Monaco, Sebastien Pocognoli, meminta timnya untuk tampil semaksimal mungkin…

    Partai Gerakan Rakyat Lahir untuk Anies

    January 27, 2026

    Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Gabung Ajax Amsterdam, Dikontrak hingga 2029! : Okezone Bola

    January 27, 2026

    Reaksi Cori Gauff Usai Tereleminasi Dari Australian Open

    January 27, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Demi Tiket Play-off, Sebastien Pocognoli Minta Monaco Fokus Hadapi Juventus

    January 27, 2026

    Partai Gerakan Rakyat Lahir untuk Anies

    January 27, 2026

    Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Gabung Ajax Amsterdam, Dikontrak hingga 2029! : Okezone Bola

    January 27, 2026

    Reaksi Cori Gauff Usai Tereleminasi Dari Australian Open

    January 27, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.