Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Paloh Tunjuk Bupati Sidrap Gantikan Rusdi Masse Pimpin NasDem Sulsel

    January 27, 2026

    Alexander Zverev Singkirkan Learner Tien Dari Melbourne

    January 27, 2026

    Partisipasi Masyarakat Tentukan Keberhasilan MBG

    January 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Komando Polri Idealnya di Bawah Kepala Negara

    Komando Polri Idealnya di Bawah Kepala Negara

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 27, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan kedudukan Polri tetap berada di bawah Presiden, bukan kementerian.

    Menurut Iwan, Polri bukan sekedar alat negara, tetapi penjaga gerbang demokrasi yang harus tetap setia pada khittah sipilnya.

    “Konsistensi khittah reformasi, Polri sebagai institusi sipil. ProDEM percaya Bapak Presiden senantiasa menjunjung tinggi ruh reformasi, yakni komitmen untuk mentransformasi Polri menjadi institusi kepolisian sipil yang profesional dan lepas dari kultur militeristik,” kata Iwan dalam keterangannya, Selasa (27/1).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Iwan menerangkan kedudukan Polri di bawah Presiden adalah mandat konstitusi. Hal ini merujuk pada Pasal 30 Ayat (4) UUD RI 1945 menyebutkan konstitusi menegaskan bahwa Polri adalah alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Sebagai institusi yang bersifat nasional, komando kepolisian idealnya tetap berada langsung di bawah Kepala Negara,” ucap dia.





    Karenanya, ProDEM memandang wacana penempatan Polri di bawah kementerian memerlukan pertimbangan yang sangat mendalam. Terlebih, mengingat kedudukan Polri saat ini telah selaras dengan amanat konstitusi.

    “Hal ini penting untuk memastikan bahwa Polri tetap menjadi institusi negara yang melayani kepentingan nasional secara utuh, melampaui sekat-sekat sektoral di tingkat kementerian,” ujarnya.

    Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) khawatir penempatan Polri di bawah kementerian dapat memicu fragmentasi dalam sistem keamanan nasional.

    Iwan menilai jika tetap berada langsung di bawah Presiden, Polri dapat merespon dinamika stabilitas keamanan nasional dengan lebih gesit, tanpa terhambat oleh birokrasi sektoral yang berpotensi memperlambat pengambilan keputusan strategis.

    “Polri sebagai penjaga stabilitas nasional, sebagai pilar utama keamanan dalam negeri, Polri perlu mempertahankan independensinya dengan tetap berada langsung di bawah Bapak Presiden. Hal ini penting agar Polri senantiasa tegak lurus pada supremasi hukum dan kepentingan nasional jangka panjang, serta terhindar dari pengaruh agenda sektoral atau politik jangka pendek di tingkat kementerian,” tutur dia.

    Lebih lanjut, Iwan Sumule berharap Prabowo dapat menjaga independensi Polri agar tetap berada di luar struktur kementerian sebagai bentuk penghormatan kita terhadap amanah perjuangan Reformasi 1998.

    Iwan juga menegaskan ProDem terus mendorong Prabowo untuk meninjau kembali serta mengarahkan agar wacana maupun kajian yang menempatkan Polri di bawah kementerian tidak dilanjutkan. Hal ini menjaga stabilitas dan netralitas institusi.

    “Mempertahankan kedudukan Polri langsung di bawah kendali Presiden, sebagaimana amanah konstitusi dan UU Nomor 2 Tahun 2002, guna menjamin kesatuan komando nasional yang kokoh,” katanya.

    Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak wacana Polri di bawah kementerian saat rapat kerja dengan Komisi III DPR. Sigit menyebut menempatkan Polri di bawah kementerian sama saja dengan melemahkan institusi Polri, negara, hingga Presiden.

    “Saya anggap meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemahkan presiden. Oleh karena itu, apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” kata Sigit dalam rapat di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).

    Sigit juga mengaku mendapat pesan yang menawarkannya menjadi menteri kepolisian. Bahkan jenderal bintang empat itu menegaskan lebih baik menjadi petani daripada menjadi menteri kepolisian.

    “Bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, ‘mau ndak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?’. Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian, dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” kata Sigit.

    (dis/dal)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Partisipasi Masyarakat Tentukan Keberhasilan MBG

    January 27, 2026

    Inosentius Samsul dapat Penugasan Lain Usai Diganti Adies Kadir

    January 27, 2026

    Ketua GP Ansor Bondowoso Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp1,2 M

    January 27, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Paloh Tunjuk Bupati Sidrap Gantikan Rusdi Masse Pimpin NasDem Sulsel

    Berita Teknologi January 27, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh disebut menunjuk Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif…

    Alexander Zverev Singkirkan Learner Tien Dari Melbourne

    January 27, 2026

    Partisipasi Masyarakat Tentukan Keberhasilan MBG

    January 27, 2026

    Bos BCA soal Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI: Ide Baru Pertumbuhan Ekonomi : Okezone Economy

    January 27, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Paloh Tunjuk Bupati Sidrap Gantikan Rusdi Masse Pimpin NasDem Sulsel

    January 27, 2026

    Alexander Zverev Singkirkan Learner Tien Dari Melbourne

    January 27, 2026

    Partisipasi Masyarakat Tentukan Keberhasilan MBG

    January 27, 2026

    Bos BCA soal Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI: Ide Baru Pertumbuhan Ekonomi : Okezone Economy

    January 27, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.