Dalam wawancara dengan New York Post yang terbit akhir pekan, Trump mengatakan senjata tersebut digunakan saat serangan di Caracas dan berhasil membuat sistem pertahanan Venezuela tidak berfungsi sama sekali. Ia menyebut operasi itu berlangsung tanpa korban jiwa dan tanpa kehilangan satu pun pesawat militer AS.
Trump menyebut senjata misterius itu mampu membuat peralatan militer lawan lumpuh total. Ia menolak menjelaskan detailnya dan hanya menyebut nama sandi senjata tersebut sebagai “Discombobulator”.
“Mereka tidak pernah berhasil meluncurkan roket mereka. Mereka punya roket buatan Rusia dan China, tetapi ketika kami datang dan mereka menekan tombol, tidak ada yang berfungsi,” ujar Trump.
Meski operasi tersebut dinyatakan berhasil, laporan menyatakan tujuh personel militer AS mengalami luka-luka. Satu helikopter juga dilaporkan rusak, namun tetap bisa beroperasi. Sejumlah laporan menduga AS menggunakan teknologi pengacakan elektronik untuk menonaktifkan radar atau memaksa sistem pertahanan Venezuela membuka posisi mereka.
Sementara itu, Maduro dan istrinya menyatakan tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata saat mereka dihadapkan ke pengadilan di New York.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

