
Jakarta, CNN Indonesia —
PT Hutama Karya (Persero) meresmikan Hunian Sementara (Huntara) Simpang Ulim pada Jumat (24/1), sebagai langkah percepatan pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Timur. Peresmian dilakukan oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky yang ditandai dengan penyerahan simbolis kunci hunian kepada warga terdampak.
Acara dihadiri Camat Simpang Ulim Muhammad Yusuf, Geuchik Desa Arakundo Safri M. Jamil, Area Manager Bank Syariah Indonesia Totok Sudiarto, dan perwakilan Hutama Karya M. Fikrie Bahrul H. Huntara ini hadir sebagai respons atas kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir yang menempatkan masyarakat dalam kondisi rentan.
Pembangunan Huntara terdiri dari 35 unit di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim dan 10 unit di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim. Total 45 unit hunian ini diperuntukkan bagi 45 kepala keluarga dan dilengkapi toilet terpisah, dapur umum, area mencuci, ruang komunal, serta area bermain anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pembangunan menghadapi tantangan akses jalan yang terputus akibat tanggul jebol pada tahap awal. Pelaksanaan melibatkan 172 tenaga kerja termasuk pekerja lokal untuk memastikan standar mutu sesuai kebutuhan lapangan.
Warga penerima manfaat, Asma dan Fitriani, menyampaikan terima kasih atas respons cepat pemerintah dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Mereka mengaku kondisi istirahat keluarga jauh lebih baik dibanding sebelumnya di tenda pengungsian yang seadanya.
“Kami berterima kasih karena sebelumnya kami harus tidur di tenda pengungsian dengan kondisi seadanya. Saat ini, kami sudah bisa menginap dengan lebih tenang dan nyaman di bangunan yang jauh lebih layak,” tutur mereka.
Lokasi Huntara dipilih berdasarkan kedekatan dengan fasilitas umum seperti layanan kesehatan, sarana pendidikan, dan pusat aktivitas masyarakat. Hal ini memungkinkan warga tetap menjalankan kegiatan sehari-hari dan mempertahankan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas pemangku kepentingan di bawah koordinasi BPI Danantara melalui program BUMN Peduli. PT PLN menyediakan kelistrikan, PT Telkom mendukung konektivitas komunikasi, dan Pemkab Aceh Timur membantu dari sisi administrasi dan koordinasi wilayah.
Pada sambutannya, Bupati Aceh Timur mengimbau penerima manfaat untuk menjaga dan merawat hunian agar tetap berfungsi optimal selama masa transisi. Ia juga mengajak warga terdampak yang belum mendapat hunian untuk segera melakukan validasi data melalui pemerintah desa dan kecamatan setempat.
Pada kesempatan terpisah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan keterlibatan perusahaan mencakup pelaksanaan konstruksi hunian beserta fasilitas pendukung sebagai solusi tempat tinggal sementara.
“Pembangunan ini dirancang sebagai tahap transisi menuju hunian permanen, sehingga pemerintah dan para pemangku kepentingan memiliki waktu yang memadai untuk menyiapkan perencanaan lanjutan tanpa mengesampingkan kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1).
Sepanjang proses pelaksanaan, ia melanjutkan, Hutama Karya menerapkan standar mutu konstruksi, pengawasan teknis terukur, serta prinsip keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini memastikan hunian dapat digunakan secara aman, nyaman, dan optimal oleh masyarakat selama masa pemulihan.
(rir)

