Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Proses Evakuasi hingga Identifikasi Korban Longsor Cisarua

    January 28, 2026

    Polda Metro Gelar Operasi Pekat Jaya Jelang Ramadan

    January 28, 2026

    Moises Caicedo Waspadai Atmosfer Napoli Jelang Laga Penentuan UCL

    January 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Polda Metro Minta Maaf soal Anggota Tuding Penjual Es Pakai Spons

    Polda Metro Minta Maaf soal Anggota Tuding Penjual Es Pakai Spons

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 28, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Polda Metro Jaya meminta maaf atas tindakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi yang mengamankan dan menuding seorang penjual bernama Sudrajat menjual es kue atau es gabus berbahan spons.

    “Kami dari Polda Metro jaya menyampaikan permohonan maaf apabila didalam upaya tindakan yg dilakukan oleh personel kami yakni Bhabinkamtibmas ada persepsi yang kurang baik atau kurang tepat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (28/1).

    Disampaikan Budi, tindakan anggota di lapangan itu sejatinya bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai keamanan pangan. Budi menyatakan pihaknya tidak pernah berniat untuk mematikan usaha dari pedagang UMKM.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Polda Metro Jaya dan kepolisian tidak pernah mematikan, menghambat usaha UMKM dari masyarakat ini harus kami sampaikan. Tapi apapun itu kami memahami psikologis kekecewaan publik, kami sampaikan mohon maaf,” ujarnya.





    Budi menyebut saat ini Bid Propam Polda Metro Jaya sudah turun tangan untuk menyelidiki apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas tersebut.

    “Bid Propam Polda Metro jaya telah menjemput bola, dalam hal ini mendalami apakah ada perbuatan etika, kewenangan yang dilanggar oleh personel tersebut,” tutur dia.

    “Artinya apabila seorang anggota Polri melakukan pelanggaran baik itu kode etik pidana pasti ada sanksinya. Tapi kami minta waktu karena Bid Propam Polda Metro Jaya masih mendalami, apakah ada unsur kesengajaan, apakah ada penganiayaan,” sambungnya.

    Sebelumnya, sebuah video viral yang menunjukkan dua pria berseragam TNI dan Polri yang mengamankan dan menuding seorang pedagang es kue atau es gabus berbahan spons atau busa.

    “Penjual es kue jadul, yang dulu pernah kita makan. Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi, tapi bahan spons. Ini bisa kita lihat bahan spons dibakar dia meleleh,” kata pria berpakaian polisi dalam video yang beredar.

    Terkait hal tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat langsung melakukan penyelidikan dan melakukan uji sampel es kue yang dijual.

    Berdasarkan pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, dinyatakan seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.

    Sementara itu, Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Serda Heri Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan juga telah menyampaikan permintaan maaf.

    Ikhwan mengatakan tindakan yang dilakukannya itu merupakan merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir ada peredaran makanan berbahaya di lingkungannya. Kata dia, sebagai petugas di lapangan, dirinya harus merespon setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.

    Ikhwan mengaku dirinya semata-mata hanya ingin memberikan edukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman.

    “Namun demikian, kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat,” tutur dia.

    (dis/gil)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Polda Metro Gelar Operasi Pekat Jaya Jelang Ramadan

    January 28, 2026

    Ditjen Pesantren Butuh Anggaran Rp12,6 Triliun

    January 28, 2026

    Hujan Angin Kencang, Operasi Korban Longsor Cisarua Disetop Sementara

    January 28, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Proses Evakuasi hingga Identifikasi Korban Longsor Cisarua

    Berita Nasional January 28, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Per Rabu (28/1) pagi, DVI Polri telah menerima total 50 body…

    Polda Metro Gelar Operasi Pekat Jaya Jelang Ramadan

    January 28, 2026

    Moises Caicedo Waspadai Atmosfer Napoli Jelang Laga Penentuan UCL

    January 28, 2026

    Kasus OTT Bupati Ponorogo Bergulir, Petinggi GRIB Jaya Jatim Dipanggil KPK

    January 28, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Proses Evakuasi hingga Identifikasi Korban Longsor Cisarua

    January 28, 2026

    Polda Metro Gelar Operasi Pekat Jaya Jelang Ramadan

    January 28, 2026

    Moises Caicedo Waspadai Atmosfer Napoli Jelang Laga Penentuan UCL

    January 28, 2026

    Kasus OTT Bupati Ponorogo Bergulir, Petinggi GRIB Jaya Jatim Dipanggil KPK

    January 28, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.