Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dominasi Swasta di RUPTL 2025-2034, Ini Dampaknya bagi Kedaulatan Listrik Nasional : Okezone Economy

    January 29, 2026

    Banjir Kembali Kepung Kota Bekasi, Ketinggian Air Capai 1 Meter

    January 29, 2026

    Pramono Perpanjang PJJ dan WFH di DKI Jakarta hingga 1 Februari

    January 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Fakta-fakta Tukang Es Gabus Difitnah hingga TNI-Polri Minta Maaf

    Fakta-fakta Tukang Es Gabus Difitnah hingga TNI-Polri Minta Maaf

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 29, 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Kasus tudingan es gabus yang dibuat dengan spons oleh anggota TNI-Polri terhadap tukang es bernama Sudrajat berbuntut panjang.

    Berdasarkan pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya seluruh sampel es gabus yang dituduhkan tersebut ternyata aman dan layak dikonsumsi.

    Usai viral di media sosial, kedua pelaku yang menuduh Sudrajat yakni anggota TNI Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Heri Purnomo serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan permohonan maaf.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Berikut fakta terbaru kasus tuduhan es gabus berbahan spons:





    Anggota Polri diperiksa propam

    Pasca kasus tersebut viral di media sosial, Bid Propam Polda Metro Jaya turun tangan untuk mengusut dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Ikhwan terhadap pedagang es Sudrajat.

    Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung mengatakan pengusutan ini untuk mendalami apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh anggota tersebut.

    “Saat ini dalam proses pemeriksaan, baik dari Propam Polres dan Polda,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/1).

    Bhabinkamtibmas dapat Pembinaan Khusus

    Reynold menambahkan pihaknya juga bakal memberikan pembinaan khusus kepada jajaran Bhabinkamtibmas pasca insiden itu.

    “Pasti (ada sesi pembinaan khusus) dan harus selalu (karena) perkembangan dinamika situasi kamtibmas dan pemeliharaannya,” jelasnya.

    Reynold menyebut salah satu hal yang ditekankan kepada anggota adalah soal koordinasi dengan pihak atau instansi yang berkompeten. Hal ini dimaksudkan agar anggota bisa memberikan informasi yang tepat dan benar kepada masyarakat.

    “Di mana sesungguhnya niat Bhabinkamtibmas dan Babinsa itu untuk menjaga masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan kesehatan. Bahkan terkesan over protective untuk masyarakat,” ujarnya.

    TNI AD beri sanksi disiplin

    Sementara itu, TNI AD memberikan sanksi disiplin kepada Heri yang melecehkan dan menuding seorang penjual bernama Sudrajat menjual es kue atau es gabus berbahan spons.

    “Memberikan hukuman disiplin kepada Serda Heri Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Kadispenad Brigjen Donny Pramono dalam keterangannya, Rabu (28/1).

    Donny berharap pasca pertemuan yang dilakukan dengan korban tidak ada lagi tuntutan atau kasus tudingan palsu itu menjadi memanjang.

    “Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut,” tuturnya.

    Sudrajat ngaku dianiaya

    Di sisi lain, Sudrajat, yang dituding menjual es berbahan spons mengaku dianiaya oleh Heri dan Ikhwan. Ia mengaku ditonjok dan ditendang hingga terpental. Bahkan, gerobak dagangannya juga ikut ditendang.

    “Saya ditonjok, ditendang pake sepatu bot. Ditendang,” ujar Sudrajat dalam siaran CNN Indonesia TV, Rabu (28/1).

    Pria paruh baya itu mengatakan tendangan yang dilakukan oleh oknum aparat tersebut cukup keras hingga membuatnya terpental.

    Sudrajat juga dipukul di bagian bahu dan mata. Selain itu, Ia bahkan mengaku disabet menggunakan rotan.

    “Ini (menunjuk bahu), sama ini di mata. Disabet pake rotan gitu. Selang,” ucapnya sembari menunjukkan bekas luka penganiayaan.

    Keluarga Sudrajat trauma

    Tak hanya itu, tuduhan kedua aparat juga menyisakan ketakutan bukan hanya bagi Sudrajat, tetapi juga anak-anaknya.

    Pihak keluarga menyesalkan kejadian yang menimpa Sudrajat. Andi (19), anak kedua Sudrajat mengaku masih kesal dengan perlakuan aparat kepada ayahnya.

    “Enggak usah dikata lagi, rasa takut mah masih ada aja. Apalagi kami orang kecil,” kata Andi.

    Tuduhan es gabus berbahan spons itu sempat membuat Sudrajat takut melangkah keluar rumah. Bukan karena merasa bersalah, tetapi karena khawatir disalahpahami orang di jalan.

    Kini, rasa cemas itu perlahan pudar. Dukungan dari banyak pihak membuat Sudrajat dan keluarga harus terus yakin untuk menyambung hidup dari es gabus.

    “Senang banget, tidak ada takut lagi dan bapak rencananya tetap jualan es,” jelasnya.

    Polda Metro bantah penganiayaan

    Polda Metro Jaya mengklaim tidak ada penganiayaan yang dilakukan anggota terhadap Sudrajat dalam insiden tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut hanya ada kekeliruan oleh anggota saay menyampaikan teguran.

    “Tidak ada unsur penganiayaan. Tapi mungkin cara yang dilakukan oleh petugas tadi salah, sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial,” jelasnya.

    Meski begitu, Budi mengatakan Bid Propam Polda Metro Jaya masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap Ikhwan. Kata dia, Ikhwan bakal diberikan sanksi jika terbukti melakukan pelanggaran.

    “Apabila seorang anggota Polri melakukan pelanggaran, baik itu kode etik, pidana pasti ada sanksinya. Tapi kami minta waktu karena Bid Propam Polda Metro Jaya masih mendalami, apakah ada unsur kesengajaan, apakah ada penganiayaan,” pungkasnya.

    (tfq/dal)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Pramono Perpanjang PJJ dan WFH di DKI Jakarta hingga 1 Februari

    January 29, 2026

    Macet Mengular di DI Panjaitan, Lumpuh di Daan Mogot

    January 29, 2026

    Putusan 25 Terdakwa Kasus Demo Agustus Diketok Hakim Hari Ini

    January 29, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Dominasi Swasta di RUPTL 2025-2034, Ini Dampaknya bagi Kedaulatan Listrik Nasional : Okezone Economy

    Program Presiden January 29, 2026

    Dominasi Swasta di RUPTL 2025-2034, Ini Dampaknya bagi Kedaulatan Listrik Nasional (Foto: Freepik) JAKARTA -…

    Banjir Kembali Kepung Kota Bekasi, Ketinggian Air Capai 1 Meter

    January 29, 2026

    Pramono Perpanjang PJJ dan WFH di DKI Jakarta hingga 1 Februari

    January 29, 2026

    Efri Meldi Nilai Rajawali Medan Kalah karena Kurang Konsisten

    January 29, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Dominasi Swasta di RUPTL 2025-2034, Ini Dampaknya bagi Kedaulatan Listrik Nasional : Okezone Economy

    January 29, 2026

    Banjir Kembali Kepung Kota Bekasi, Ketinggian Air Capai 1 Meter

    January 29, 2026

    Pramono Perpanjang PJJ dan WFH di DKI Jakarta hingga 1 Februari

    January 29, 2026

    Efri Meldi Nilai Rajawali Medan Kalah karena Kurang Konsisten

    January 29, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.