Jakarta, CNN Indonesia —
Mesin pompa air di Polder Kalimati, Kota Bekasi, Jawa Barat meledak saat banjir merendam wilayah tersebut pada Kamis (29/1).
Rekaman peristiwa itu turut diunggah di akun Instagram Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Dalam video tersebut, terlihat api menyala dari sebuah mesin pompa air dan sejumlah petugas tengah berusaha memadamkan api.
Tri mengatakan hujan deras mengguyur wilayah Kota Bekasi sejak Rabu (28/1) malam hingga pagi ini. Alhasil, pompa air pun sudah mulai dinyalakan sejak dini hari tadi untuk membantu mengurangi debit air yang merendam pemukiman warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Mulai jam 12 memang terjadi hujan, sampai tadi jam 9 pagi. Ini memang membuat terutama yang lokal kita enggak mampu menanggung beban air yang ada,” kata Tri kepada wartawan, Kamis.
“Makannya pompa ini baru kita nyalakan tadi pagi dari jam 2 pagi, kemudian tadi kejadian kurang lebih jam 10an kemudian meledak, dan hari ini tidak bisa digunakan yang satu,” sambungnya.
Tri menyampaikan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk menyiagakan pompa portabel.
Tri mengungkapkan langkah tersebut dilakukan lantaran matinya satu mesin pompa air ini berdampak besar.
“Dampaknya kalau ini tidak kita bantu, itu cukup luar biasa. Karena DASnya, DAS Rawalumbu, yang mulai dari Rawalumbu, jembatan 1 sampai jembatan 9 itu pasti akan naik. Belum lagi nanti di Bumi Bekasi baru,” ucap dia.
Disampaikan Tri, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi banjir di wilayah Kota Bekasi. Termasuk, melakukan operasi modifikasi cuaca.
“Itu yang kita antisipasi, kita berharap betul, makanya rekayasa cuaca ini memang sangat penting, terutama buat kita yang memiliki dataran rendah,” ujarnya.
(dis/isn)
[Gambas:Video CNN]

