Ketum PSI Kaesang Pangarep (Foto: IG PSI)
JAKARTA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menegaskan, bahwa dirinya menolak laporan asal bos senang (ABS). Kaesang pun menekankan pentingnya restrukturisasi partai yang dapat diukur secara nyata bukan sekadar laporan normatif.
Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu menyampaikan hal tersebut saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar.
Ketua Bidang Komunikasi Publik DPP PSI Faldo Maldini menjelaskan, yang disampaikan Kaesang soal ABS merupakan pesan tegas bahwa partai harus dibangun dari data dan kinerja yang terstruktur. Menurutnya, struktur partai bukan sesuatu yang bisa direkayasa lewat laporan deskriptif.
“Makanya beliau juga bilang jangan tipu-tipu asal bos senang, karena sesuatu yang namanya struktur itu bisa diukur kuantitatif, bukan deskriptif,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Faldo menambahkan, Kaesang ingin membawa partainya ke fase bertransformasi. “Alasan kenapa PSI lolos, ya harus ada orangnya ada strukturnya, ada kadernya dan pengurusnya. Enggak akan mungkin menang sebuah partai kalau tanpa itu semua,” katanya.
Pesan ketua umum, menurut Faldo, jelas dan logis, bahwa Kaesang menegaskan kembali bahwa pentingnya partai memiliki struktur yang kuat. Menurutnya, tanpa struktur yang jelas dan solid tak mungkin bisa maksimal membawa partai dalam kontestasi politik. Ia menilai Kaesang sebagai ketua umum memiliki cara berpikir yang berlandaskan logika kemenangan elektoral.
(Arief Setyadi )

