Cek Fakta, Semprot Parfum ke Leher Sebabkan Tiroid? (Foto: Freepik)
JAKARTA – Benarkah kebiasaan menyemprotkan parfum ke leher bisa memicu gangguan tiroid? Pertanyaan ini belakangan ramai diperbincangkan setelah sejumlah pakar kesehatan mengingatkan potensi risiko dari kandungan bahan kimia dalam wewangian.
Ahli nutrisi Manpreet Kalra mengungkapkan bahwa banyak parfum komersial mengandung zat kimia sintetis seperti ftalat, paraben, dan musk sintetis. Zat-zat tersebut termasuk dalam kelompok endocrine disrupting chemicals (EDC) atau bahan kimia pengganggu sistem hormon. Jika terpapar secara terus-menerus, EDC berpotensi mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.
Mengutip laporan Times of India, area leher menjadi perhatian karena kulitnya relatif tipis dan berada dekat dengan kelenjar tiroid. Ketika parfum disemprotkan langsung ke area ini, zat kimia berisiko lebih mudah diserap ke dalam tubuh melalui aliran darah. Paparan jangka panjang disebut dapat meningkatkan risiko gangguan tiroid, masalah metabolisme, hingga ketidakseimbangan hormon.
Tak hanya itu, penggunaan parfum sintetis di leher juga dikaitkan dengan efek samping lain. Beberapa kandungan wewangian dapat memicu iritasi kulit, reaksi alergi, kemerahan, hingga fotosensitivitas. Bahan tertentu seperti bergamot bahkan dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, yang berisiko menimbulkan flek gelap dan penuaan dini.
Dalam jangka panjang, paparan bahan kimia pengganggu hormon juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit yang berkaitan dengan hormon, termasuk kanker payudara dan prostat. Meski demikian, para ahli menekankan bahwa risiko ini lebih berkaitan dengan frekuensi, durasi paparan, serta kandungan parfum yang digunakan.
Sebagai langkah pencegahan, para pakar menyarankan untuk lebih bijak dalam menggunakan parfum. Menghindari penyemprotan langsung di area leher atau dekat kelenjar tiroid dinilai lebih aman. Alternatif lain adalah mengaplikasikan parfum pada pakaian atau titik tubuh dengan kulit yang lebih tebal, serta memilih produk berbahan alami atau organik yang minim zat sintetis berbahaya.
Kesimpulannya, menyemprotkan parfum ke leher tidak serta-merta menyebabkan penyakit tiroid. Namun, paparan rutin terhadap bahan kimia tertentu dalam wewangian memang berpotensi mengganggu sistem hormon. Kesadaran terhadap cara penggunaan parfum dan pemilihan produk yang lebih aman menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)

