Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kekayaan Kuliner Thailand dari Perjalanan Rasa, Budaya hingga Filosofi : Okezone Women

    January 31, 2026

    Jembatan Darurat di Probolinggo Kembali Putus Diterjang Banjir

    January 31, 2026

    Jembatan Darurat di Probolinggo Kembali Putus Diterjang Banjir

    January 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Janji vs Fakta Daya Beli

    Janji vs Fakta Daya Beli

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 31, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Namun, perlahan-lahan sentimen itu mulai berubah. Sindiran pun muncul: Purbaya kini dianggap bukan lagi pure (murni), tapi poor (sulit), karena pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan belum terlihat.


    Ferry Latuhihin, pakar ekonomi dan analis pasar modal, menilai janji besar ini adalah kesalahan sejak awal. 

    “Saat Purbaya mengatakan bisa mendorong pertumbuhan hingga 6 persen, itu sudah kesalahan fatal,” katanya, dalam sebuah podcast baru-baru ini, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026. 



    Ferry menjelaskan karena data dan tren sebelumnya justru menunjukkan kondisi ekonomi yang menurun.

    Beberapa indikator jelas memperlihatkan masalah: penerimaan PPN turun sekitar 20 persen pada semester pertama 2025, yang menandakan konsumsi masyarakat melemah. Jumlah pemudik turun hampir 25 persen, dan beberapa bulan terjadi deflasi. Artinya, daya beli masyarakat jatuh cukup dalam, dan permintaan tidak bergerak.

    Masalah ini diperparah dengan kebijakan likuiditas yang tidak konsisten. 

    “Uang dikucurkan Rp275 triliun, lalu ditarik Rp75 triliun, kemudian ditarik lagi Rp43 triliun. Bank-bank bingung karena perencanaan mereka kacau,” jelasnya. 

    Padahal masalahnya bukan kekurangan uang, tapi debitur tidak melihat proyek yang layak dijalankan karena outlook ekonomi suram.

    Selain itu, ruang fiskal pemerintah juga terbatas. Defisit anggaran diperkirakan mendekati 3 persen, sementara utang pemerintah sudah mencapai Rp827 triliun. Investor asing kurang berminat membeli Surat Berharga Negara (SBN), sehingga Bank Indonesia harus turun tangan, artinya “printing money” terjadi. 

    Sterilisasi lewat SRBI juga membatasi manuver moneter. Ditambah lagi, nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh hampir Rp17.000 per Dolar AS, menandakan tekanan yang nyata pada ekonomi.

    Ferry menekankan, akar masalah sesungguhnya ada di daya beli masyarakat. Stimulus fiskal atau kebijakan moneter tidak akan efektif jika masyarakat tidak punya uang untuk dikonsumsi. Tabungan habis, lapangan kerja langka, dan PHK terjadi di mana-mana. Bahkan satu lowongan bisa dilamar oleh ratusan orang, membuat persaingan kerja sangat ketat.

    Dengan kondisi ini, Ferry memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2026 bisa kurang dari 3 persen, bahkan ada kemungkinan mencapai 0 persen. 

    “Kurang dari 3 persen saja sudah bencana,” katanya.

    Yang paling menakutkan, menurut Ferry, adalah janji pertumbuhan yang terlalu berlebihan (over-promise). Ia menyarankan pemerintah untuk lebih realistis: mengakui masalah yang diwarisi dan fokus pada pemulihan daya beli masyarakat. 

    Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah pemotongan pajak atau stimulus langsung, karena tanpa itu, kebijakan lain akan sulit berhasil.

    Singkatnya, Prof. Ferry menekankan bahwa perbaikan ekonomi tidak bisa hanya lewat janji besar atau likuiditas. Fokus utama harus pada masyarakat, daya beli, dan realita yang ada. Tanpa itu, optimism besar bisa berubah jadi kekecewaan publik.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Jembatan Darurat di Probolinggo Kembali Putus Diterjang Banjir

    January 31, 2026

    Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

    January 31, 2026

    Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

    January 31, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Kekayaan Kuliner Thailand dari Perjalanan Rasa, Budaya hingga Filosofi : Okezone Women

    Program Presiden January 31, 2026

    ‎Kekayaan Kuliner Thailand dari Perjalanan Rasa, Budaya hingga Filosofi (Foto: Freepik) JAKARTA – Warisan kuliner…

    Jembatan Darurat di Probolinggo Kembali Putus Diterjang Banjir

    January 31, 2026

    Jembatan Darurat di Probolinggo Kembali Putus Diterjang Banjir

    January 31, 2026

    Timnas Indonesia U-17 Dapat Undangan Uji Coba dari China pada Maret 2026

    January 31, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Kekayaan Kuliner Thailand dari Perjalanan Rasa, Budaya hingga Filosofi : Okezone Women

    January 31, 2026

    Jembatan Darurat di Probolinggo Kembali Putus Diterjang Banjir

    January 31, 2026

    Jembatan Darurat di Probolinggo Kembali Putus Diterjang Banjir

    January 31, 2026

    Timnas Indonesia U-17 Dapat Undangan Uji Coba dari China pada Maret 2026

    January 31, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.