Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. (Foto: Instagram/arbeloa)
MADRID – Gelandang Real Madrid, Dani Ceballos, kembali berada di persimpangan jalan dalam kariernya bersama Los Blancos. Di bawah kepemimpinan pelatih anyar, Alvaro Arbeloa, Ceballos seolah dipaksa untuk kembali memulai segalanya dari nol.
Namun, kali ini jalan yang harus ditempuh Ceballos terasa jauh lebih terjal setelah ia mulai kehilangan tempat dalam rotasi reguler skuad. Sejak Arbeloa menduduki kursi pelatih, menit bermain Ceballos terkikis drastis.
Arbeloa tercatat hanya tampil singkat saat melawan Levante (28 menit) dan AS Monaco (45 menit). Situasi semakin mengkhawatirkan ketika namanya benar-benar tidak tersentuh dalam kekalahan memilukan di Albacete, menjadikannya satu-satunya pemain tim utama yang sama sekali tidak diturunkan dalam laga tersebut.
1. Isyarat Jelas Arbeloa
Momen yang paling menyita perhatian terjadi saat Real Madrid bertandang ke markas Benfica. Di saat tim membutuhkan kontrol lini tengah dan kreativitas untuk mengejar ketertinggalan, Arbeloa justru lebih memilih memasukkan pemain muda dari akademi, Jorge Cestero, ketimbang memainkan Ceballos.
Keputusan ini dianggap sebagai sinyal kuat mengenai hierarki pemain di mata sang pelatih. Arbeloa sendiri menegaskan pilihannya murni didasari alasan taktik.
“Itu adalah keputusan teknis. Saya ingin melindungi tim karena saya tahu serangan mereka bisa melampaui kami. Saya memiliki kepercayaan penuh pada Jorge untuk situasi pertandingan saat itu. Tidak ada lagi, ini murni keputusan teknis,” ujar Arbeloa, dikutip dari Marca, Minggu (1/2/2026).

