Gas beraroma menyengat dari pabrik penyimpanan bahan kimia tersebut menyebabkan puluhan warga sekitar mengalami sesak napas hingga muntah-muntah.
“Saya lihat asap mengebul tinggi banget, saya udah nggak kuat. Asap (warna) kuning, aduh bau banget, bau kimia,” kata seorang warga dikutip dari kanal YouTube Trijaya FM, Minggu, 1 Februari 2026.
Terkait itu, Wali Kota Cilegon Robinsar langsung meminta PT Vopak untuk mengambil tindakan terhadap warga yang mengalami sesak napas.
“Secara teknis sudah clear, tapi dampaknya masyarakat mengeluh sesak napas. Saya minta Vopak segera turun,” ujar Robinsar.
Ia lantas memerintahkan PT Vopak untuk segera mendata warga terdampak dan memastikan kondisi kesehatan masyarakat sekitar pabrik.
Pemkot Cilegon juga menurunkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) guna memeriksa kandungan asap serta dampaknya terhadap kualitas udara dan kesehatan warga.
DLH Kota Cilegon memasang empat alat pemantau udara di sekitar PT Vopak Terminal Merak untuk memantau kondisi udara selama 3×24 jam hingga Senin, 2 Februari 2026.
Data sementara menyebutkan sedikitnya 58 warga sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat pusing dan sesak napas, sementara hasil resmi pemantauan udara masih menunggu evaluasi lanjutan.

