Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, lembaganya melakukan deteksi dini atas potensi risiko penyimpangan dengan menganalisis pola transaksi keuangan, baik transfer masuk (incoming) maupun transfer keluar (outgoing) di wilayah Indonesia.
“PPATK juga melakukan deteksi dini potensi risiko dengan melakukan analisis terhadap pola transfer masuk atau incoming dan transfer keluar atau outgoing wilayah Indonesia,” kata Ivan dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.
Selain itu, PPATK juga berperan mendukung tata kelola pemerintahan yang baik melalui pelaksanaan fit and proper testdalam proses seleksi jabatan strategis.
“(PPATK) membangun sistem deteksi dini dengan istilah detak MBG (Deteksi Dini Transaksi Keuangan Mencurigakan pada Program Makan Bergizi Gratis),” pungkasnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

