Anggota DPR RI Mardani Ali Sera menegaskan, parlemen akan terus mengawal langkah pemerintah agar proses menuju kemerdekaan Palestina memiliki arah yang jelas, meski Indonesia tidak memiliki kendali penuh dalam forum tersebut.
“Kami di DPR akan terus mengawasi agar proses kemerdekaan Palestina segera jelas roadmap-nya dalam kondisi kita tidak memiliki kendali penuh,” ujar Mardani lewat akun X miliknya, Selasa, 3 Februari 2026.
Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, BOP harus diposisikan sebagai platform yang dimanfaatkan secara cerdik dan strategis, bukan justru menjadi jebakan politik bagi Indonesia.
“BOP sebagai platform harus dimanfaatkan dengan cerdik. Pasti akan ada kekhawatiran bahwa Indonesia bisa menjadi ‘kaki tangan’ Trump,” katanya.
Namun demikian, Mardani menilai kehadiran negara-negara Islam di dalam BOP dapat menjadi penyeimbang penting agar kepentingan Palestina tidak terpinggirkan.
“Dengan kehadiran 13 negara Islam di BOP semoga bisa menjadi penjaga agar suara Palestina tetap terdengar,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan agar keberadaan BOP tidak memicu perpecahan di dalam negeri maupun di antara negara-negara yang selama ini konsisten mendukung Palestina.
“BOP ini jangan membuat perpecahan di antara kita. Target kita sama-sama jelas, Palestina merdeka,” tegas Mardani.
Mardani menekankan, apa pun bentuk forum internasional yang diikuti Indonesia, tujuan utamanya harus tetap mengarah pada kemerdekaan Palestina dan perlindungan hak-hak kemanusiaan rakyat Gaza.

