
Surabaya, CNN Indonesia —
Banjir bandang disertai lumpur menerjang dua kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Senin (2/2) malam. Satu orang dinyatakan terseret arus dan dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edi Budi Susilo mengatakan, banjir itu menerjang Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji. Puluhan rumah terdampak dan sebagian rusak.
“Banjir bandang menerjang dua kecamatan di Jember yakni Kecamatan Panti dan Rambipuji dengan jumlah rumah yang terdampak sebanyak 38 unit dan empat rumah mengalami rusak ringan,” kata Edi, Rabu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi mengatakan, hal itu bermula saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menggurut wilayah hulu Sungai Badean dan sekitar Desa Pakis, Kecamatan Panti, sejak Senin (2/2).
Curah hujan tersebut menyebabkan debit air Sungai Badean meningkat. Airnya meluap dengan warna cokelat pekat dan disertai material lumpur.
“Pukul 19.40 WIB terjadi banjir bandang dengan arus cukup deras membawa lumpur, potongan bambu, dan kayu. Air meluap ke permukiman warga, menggerus dapur rumah di bantaran sungai dan menghanyutkan satu warga di Desa Pakis,” ucapnya.
BPBD Jember mencatat sebanyak 30 lebih rumah di Desa Pakis, Kecamatan Panti terdampak banjir bandang dengan ketinggian lumpur mencapai sekitar 20 sentimeter. Sejumlah dapur rumah warga dilaporkan ambruk akibat terjangan arus.
“Puluhan warga sempat mengungsi ke rumah salah satu warga bernama Pak Her di Desa Pakis. Keluarga korban yang hanyut juga mengungsi ke rumah saudaranya,” katanya.
Banjir bandang juga menerjang Dusun Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Akibatnya, dua rumah warga terendam lumpur dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter dan barongan bambu roboh melintang di aliran sungai.
Salah satu warga yang juga Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Panti, Abdul Wahid (52) asal Desa Pakis, Kabupaten Jember, dilaporkan terseret derasnya arus banjir bandang saat kejadian.
“Satu korban bernama Pak Wahid, mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis, terseret derasnya arus banjir bandang,” ujar dia.
Setelah proses pencarian tim gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Bedadung, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger pada Selasa (3/2) petang
Edi menerangkan jenazah ditemukan di aliran Sungai Bedadung yang mengarah ke muara perairan Puger. Proses evakuasi dilakukan oleh Polairud bersama relawan, lalu jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Pakis, Kecamatan Panti, untuk dimakamkan.
“Nelayan Puger menemukan jenazah korban di aliran Sungai Puger Wetan, Kecamatan Puger dalam keadaan meninggal dunia, sehingga Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah tersebut,” kata Edi.
Hari ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember membantu pembersihan sisa material banjir bandang di puluhan rumah warga serta di jembatan yang tersumbat bambu hanyut.
“Alat berat dari Dinas PUPR di lokasi Jembatan Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji melakukan pembersihan barongan bambu yang menyumbat aliran air di jembatan tersebut,” katanya.
“Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan juga melakukan pengecekan terhadap kesehatan dan pengobatan untuk warga terdampak banjir bandang dengan layanan kesehatan digelar di Polindes dan Balai Desa,” tambahnya.
Edi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Badean agar segera mengungsi jika hujan deras kembali terjadi, mengingat peringatan dini BMKG terkait potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur.
“Waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Jember yang dapat terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor pada periode 1-10 Februari 2026,” katanya.
(frd/kid)
[Gambas:Video CNN]

