Felldy Utama
, Jurnalis-Jum’at, 06 Februari 2026 |03:02 WIB
Megawati Soekarnoputri (Foto: Felldy Utama/Okezone)
ABU DHABI — Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan harapan soal dunia yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya pergerakan kolektif yang lebih masif untuk menjamin masa depan generasi penerus.
Harapan itu disampaikan Megawati setelah menghadiri diskusi meja bundar Zayed Award for Human Fraternity Roundtable 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Kamis (5/2/2026) waktu setempat.
Menurut dia, desain masa depan dunia harus mulai dirancang secara serius sejak saat ini. “Dan saya sangat merasa dan saya mengatakan bahwa seharusnya kita lebih baik, lebih banyak bergerak untuk masa depan anak-anak kita. Sudah mulai harus dirancang dari saat sekarang ini,” kata Megawati.
Dalam diskusi global tersebut, Megawati mengungkapkan bahwa salah satu topik yang paling menonjol adalah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Ketua Umum DPP PDIP itu mengakui manfaat teknologi tersebut, namun ia juga menyuarakan kekhawatiran mendalam jika AI dibiarkan tanpa payung hukum yang melindungi kemanusiaan.
“Bagus, tetapi yang sangat dikhawatirkan kalau tidak ada sebuah perlindungan yang nyata, tentunya artinya itu harus melalui masalah hukum, maka takutnya itu malah bisa menjadi merusak,” tegasnya.
Megawati memberikan contoh konkret mengenai bahaya manipulasi digital, di mana teknologi kini mampu merekayasa visual dan suara seseorang (deepfake) dengan sangat mudah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang harus bertanggung jawab jika terjadi penyalahgunaan.

