Pertemuan itu membahas rencana kerja sama maritim yang lebih intensif guna meredam dinamika yang terjadi di kawasan Samudra Hindia dan Indo-Pasifik.
Laksma TNI Salim menyambut baik kerangka kerja sama tersebut dalam perspektif keamanan maritim kawasan.
“Kita perlu meningkatkan kerja sama untuk menunjang keamanan maritim kawasan, terutama antara Indonesia dengan Australia,” ucap Salim.
Ia menambahkan bahwa Pusjianmar Seskoal telah memiliki hubungan erat dengan Sea Power Center Australia yang pernah dipimpin Vice Admiral, Justin Jones.
“Kita banyak belajar dari Sea Power Center Australia. Berdirinya Pusjianmar juga terinspirasi dari sini,” jelas Salim.
Sementara itu, Vice Admiral, Justin Jones mengapresiasi perkembangan pesat Pusjianmar sebagai lembaga think tank maritim yang terus membangun hubungan dengan stakeholder, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Selain itu, ia juga membahas update dinamika kawasan Samudera Hindia, kaitannya dengan hegemoni China.
“Kita melihat armada China sudah merambah di Samudera Hindia bahkan sampai ke Kutub Selatan, tentunya kita perlu meningkatkan kewaspadaan dalam konteks keamanan maritim bersama,” ungkap Justin.
Dalam pertemuan itu, Vice Admiral Justin didampingi jajarannya, antara lain WOJOPS Warrant Officer, Cheryl Collins CSM RAN, CJOPS ADC Captain, Jack Ryan (Army), Head of Australian Defence Staff – Jakarta Brigadier General, Micah Batt serta Navy Attaché – Jakarta Captain, Mark Daly RAN, Assistant Defence Attaché – Jakarta: Lieutenant Commander, William Liang.
Sementara dari pihak Pusjianmar tampak hadir Wakapusjianmar Seskoal, Dirkersam Pusjianmar Seskoal, Dirmarnas Pusjianmar Seskoal, Dirjianwas Pusjianmar Seskoal, Dirinfopub Pusjianmar, serta Kasubditjian AsPas Pusjianmar.

