Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Berikut Line Up Tim Putra Indonesia Vs Thailand di Perempat Final BATC 2026

    February 6, 2026

    Petugas Haji Akan Dipulangkan jika Lalai dalam Tugas

    February 6, 2026

    Prabowo Ajak Australia Investasi Tambang Nikel hingga Emas : Okezone Economy

    February 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Alasan Bareskrim Tetapkan Dirut dan Komisaris PT DSI Jadi Tersangka

    Alasan Bareskrim Tetapkan Dirut dan Komisaris PT DSI Jadi Tersangka

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 6, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Bareskrim Polri menetapkan tiga petinggi PT Dana Syariah Indonesia (DSI) sebagai tersangka dugaan tindak pidana penggelapan dana dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

    Tiga tersangka yang ditetapkan pada Kaims (5/2) itu adalah Direktur Utama PT DSI Taufiq Aljufri (TA), Komisaris PT DSI Arie Rizal Lesmana (ARL); serta mantan Dirut dan pemegang saham PT DSI Mery Yuniarni (MY).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak menjelaskan mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana penggelapan, penipuan, laporan keuangan palsu, dan TPPU atas penyaluran pendanaan dari masyarakat yang dilakukan PT DSI.

    Para tersangka itu diduga melakukan penggelapan hingga TPPU melalui proyek fiktif dari data atau informasi Borrower Eksisting.





    Mereka diduga melanggar Pasal 488 dan/atau Pasal 486 dan/atau Pasal 492 KUHP dan/atau Pasal 45A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 299 UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, dan Pasal 607 ayat (1) huruf a, b dan c KUHP.

    Dugaan tindak pidana itu terjadi sekitar periode 2018 sampai dengan 2025.

    Ade Safri menyatakan penyidik pun telah mengirim surat panggilan pemeriksaan kepada tiga tersangka pada Kamis kemarin.

    “Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah mengirimkan surat panggilan kepada ketiga orang tersangka untuk jadwal pemeriksaan,” kata Ade Safri dalam siaran pers dikutip Jumat (6/2).

    “Diagendakan pada Senin, 9 Februari 2026, pukul 10.00 WIB di ruang pemeriksaan Dittipideksus Bareskrim Polri,” imbuhnya.

    Terkait penyidikan perkara ini, Ade Safri mengatakan penyidik pun telah mengirim surat permohonan ke Dirjen Imipas untuk melakukan pencegahan keluar negeri terhadap tiga tersangka itu.

    “Pada hari Kamis, 5 Februari 2026, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah mengirimkan surat permohonan pencegahan keluar negeri kepada Direktur Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan RI terhadap tiga orang tersangka pada perkara a quo,” ujarnya.

    Ade Safri mengatakan sebelumnya pada Selasa (3/2), penyidik melakukan rapat koordinasi lanjutan dengan PPATK untuk melakukan analisa aliran dana/transaksi keuangan yang terkait dengan dugaan tindak pidana yang terjadi.

    “Tim penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri terus mengoptimalkan upaya aset tracing [penelusuran aset] terutama untuk mengikuti jejak uang (follow the money) hasil tindak pidana, mengidentifikasi lokasi harta yang disembunyikan, dan mengamankannya untuk pemulihan kerugian para korban,” katanya.

    Selain itu untuk kepentingan penyidikan, tim penyidik juga meminta keterangan sejumlah ahli baik dari OJK, Ahli ITE, hingga ahli keuangan syariah.

    Saat berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi dari para tersangka, PT DSI, maupun perwakilannya terkait penetapan status pidana hingga pencegahan keluar negeri oleh penyidik Bareskrim itu.

    Sebelumnya, Bareskrim Polri telah mengajukan permohonan memblokir 63 rekening milik PT DSI dan perusahaan afiliasinya terkait kasus dugaan penipuan senilai Rp2,4 triliun.

    “Permohonan pemblokiran terhadap 63 nomor rekening milik PT DSI dan perusahaan afiliasinya yakni badan hukum dan perorangan,” ujar Ade Safri pada Rabu (28/1).

    Pada saat itu, Ade Safri menyebut penyidik Subdit II Perbankan juga telah menyita uang sebesar Rp4 miliar dari total 41 rekening PT DSI maupun afiliasinya yang sudah diblokir.

    Menurutnya, penyitaan juga dilakukan terhadap aset kendaraan motor dan mobil yang terafiliasi milik PT DSI. Hanya saja, Ade Safri tidak mengungkap secara detail jenis kendaraan yang telah disita tersebut.

    Dalam perkara ini, PT DSI diduga membuat aksi penupuan dengan membuat proyek fiktif memakai data penerima investasi (Borrower) yang sudah ada dan dicatut seolah-olah memiliki proyek baru.

    Akibat aksi penipuan itu, diduga terdapat sekitar 15 ribu korban dengan total nilai kerugian mencapai Rp2,4 triliun selama periode 2018-2025.

    Terbaru, pada Kamis kemarin, Ade Safri mengatakan penyidik kembali menerima Laporan Polisi dari pelapor (korban/lender) yang mewakili 146 orang lender.

    “Sehingga total sudah lima Laporan Polisi yang diterima oleh Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri,” katanya.

    (kid)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Korupsi Bea Cukai Terkait Impor Barang KW Blueray Cargo

    February 6, 2026

    Dampak Gempa M6,4, Belasan Rumah di Pacitan hingga Blitar Rusak

    February 6, 2026

    Mulyono Kepala Kantor Pajak Banjarmasin yang Kena OTT KPK

    February 6, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Berikut Line Up Tim Putra Indonesia Vs Thailand di Perempat Final BATC 2026

    Berita Olahraga February 6, 2026

    Ligaolahraga.com -Qingdao – Tim putra Indonesia akan melakoni babak perempat final Kejuaraan Beregu Bulu Tangkis…

    Petugas Haji Akan Dipulangkan jika Lalai dalam Tugas

    February 6, 2026

    Prabowo Ajak Australia Investasi Tambang Nikel hingga Emas : Okezone Economy

    February 6, 2026

    Hornets Raih Kemenangan Beruntun Terpanjang Sejak 1999

    February 6, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Berikut Line Up Tim Putra Indonesia Vs Thailand di Perempat Final BATC 2026

    February 6, 2026

    Petugas Haji Akan Dipulangkan jika Lalai dalam Tugas

    February 6, 2026

    Prabowo Ajak Australia Investasi Tambang Nikel hingga Emas : Okezone Economy

    February 6, 2026

    Hornets Raih Kemenangan Beruntun Terpanjang Sejak 1999

    February 6, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.