BI memperkirakan pertumbuhan kredit berada di kisaran 8–12%. (foto: Okezone.com/Feby)
PONTIANAK – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 akan terus terakselerasi, didorong berbagai program pemerintah, termasuk sektor UMKM. BI memperkirakan pertumbuhan kredit berada di kisaran 8–12%.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Alexander Lubis, menjelaskan bahwa kinerja UMKM yang sempat tertekan selama pandemi kini mulai pulih, sementara pembiayaan investasi dan konsumsi rumah tangga menunjukkan tren positif.
“Kami melihat banyak peluang untuk mendorong pertumbuhan kredit, termasuk melalui sinergi program pemerintah dan pemanfaatan kanal digital, sehingga ekspansi ekonomi ke depan bisa lebih cepat dan merata,” ujar Alexander di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2/2026).
Menurut Alexander, pencapaian pertumbuhan kredit selama ini tidak lepas dari dukungan kebijakan suku bunga yang tetap rendah, likuiditas yang memadai, dan ekspansi pemerintah.
“Pertumbuhan kredit di 2025 mencapai 9,6%, terutama pada kredit investasi. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat di semua jenis deposito dan giro, sementara permintaan pembiayaan, kinerja korporasi, dan konsumsi rumah tangga juga mulai menunjukkan tren positif,” jelasnya.
Fenomena ini juga terlihat pada UMKM, yang meski menjadi tulang punggung ekonomi, sempat terdampak pandemi dan kini mulai pulih.

