Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Satu Warga Pacitan Meninggal Dunia Diduga Syok Usai Gempa M 6,4

    February 6, 2026

    Panduan Pembelian Tiket: Menyaksikan Laga Tottenham Melawan Newcastle

    February 6, 2026

    Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

    February 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Pilkada Via DPRD Dikuasai Segelintir Elite, Korupsi Makin Leluasa

    Pilkada Via DPRD Dikuasai Segelintir Elite, Korupsi Makin Leluasa

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 6, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) “Pilkada Melalui DPRD-Menyoal Biaya Tinggi Politik” bersama Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara I Kompleks DPR, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026,


    Fitroh mengatakan, persoalan mendasar bangsa bukan terletak pada teknis pemilihan kepala daerah, melainkan pada akuntabilitas kekuasaan.

    “Bagi KPK, yang terpenting bukan bagaimana kepala daerah dipilih, tapi untuk siapa kekuasaan itu dijalankan,” kata Setyo.



    KPK menilai, semakin terkonsentrasi aktor pengambil keputusan, semakin tinggi risiko korupsi yang tidak terlihat. Skema Pilkada melalui DPRD bahkan dianalogikan seperti piramida terbalik, segelintir orang di ruang komisi, fraksi, dan sidang menentukan nasib jutaan rakyat tanpa kontrol langsung masyarakat.

    Kondisi tersebut dinilai membuka peluang state capture corruption, ketika kebijakan publik dikendalikan kelompok berkepentingan. Akibatnya, fungsi check and balances lumpuh karena kepala daerah merasa berutang kepada elite politik, bukan kepada rakyat.

    “Saya sampaikan, selama monopoli dan diskresi itu tinggi sementara akuntabilitas rendah, korupsi akan terus berulang apapun sistem pilkadanya,” tutur Setyo.

    Setyo menegaskan, mekanisme melalui DPRD membuat proses pengambilan keputusan makin tertutup dan terkonsentrasi, sehingga risiko transaksi kekuasaan meningkat.

    “Artinya pengambilan keputusan ada di ruangan komisi, ruangan fraksi, ruangan DPRD, dan ruang sidang. Menurut kami, ini semakin besar risiko transaksi kekuasaannya,” tegas Setyo.

    KPK mengidentifikasi akar korupsi kepala daerah selama ini adalah politik biaya tinggi yang memicu praktik “ijon politik” kepada donatur. Namun dibanding sistem tidak langsung, pemilihan langsung dinilai masih menyediakan ruang kontrol publik lebih luas.

    KPK menegaskan, reformasi sistem Pilkada tidak boleh hanya dibungkus alasan efisiensi biaya. Tanpa penguatan akuntabilitas dan transparansi, perubahan mekanisme hanya akan memindahkan praktik korupsi dari ruang terbuka ke ruang tertutup elite politik.

    “Pilkada langsung tidak kebal korupsi, tapi ia menyediakan ruang koreksi publik yang jauh lebih kuat,” pungkas Setyo.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

    February 6, 2026

    Cara Daftar Antrean KJP Pasar Jaya Februari 2026

    February 6, 2026

    Pejabat Bea Cukai Terjaring OTT Sulap Apartemen jadi Gudang Barang Korupsi

    February 6, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Satu Warga Pacitan Meninggal Dunia Diduga Syok Usai Gempa M 6,4

    Berita Teknologi February 6, 2026

    Surabaya, CNN Indonesia — Satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah kejadian gempa magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten…

    Panduan Pembelian Tiket: Menyaksikan Laga Tottenham Melawan Newcastle

    February 6, 2026

    Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

    February 6, 2026

    Transformasi Kiesha Alvaro Jadi Pemuda Singapur Lewat Film : Okezone Celebrity

    February 6, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Satu Warga Pacitan Meninggal Dunia Diduga Syok Usai Gempa M 6,4

    February 6, 2026

    Panduan Pembelian Tiket: Menyaksikan Laga Tottenham Melawan Newcastle

    February 6, 2026

    Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

    February 6, 2026

    Transformasi Kiesha Alvaro Jadi Pemuda Singapur Lewat Film : Okezone Celebrity

    February 6, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.