Segini IQ Stephen Hawking, Ahli Fisikawan dan Pencipta Teori Kosmologi yang Namanya Masuk Eipstein Files (Foto: Scienceabc)
JAKARTA – Segini IQ Stephen Hawking, ahli fisikawan dan pencipta teori kosmologi yang namanya masuk Eipstein Files. Nama fisikawan ternama ini muncul dalam korespondensi email Epstein kepada Ghislaine Maxwell. Email tersebut berisi bantahan terhadap klaim bahwa Hawking terlibat dalam aktivitas ilegal saat menghadiri konferensi sains di pulau Epstein. Dokumen tidak memuat tuduhan langsung terhadap Hawking.
Stephen Hawking dikenal sebagai orang yang memiliki IQ tinggi. Stephen Hawking berada di antara Elbert Einstein dan Judit Polgar, yang masing-masing memiliki IQ 160 hingga 190. Sementara IQ Hawking berada pada angka 160, melansir dari laman Science ABC.
Di sisi lain pemilik IQ tertinggi di dunia alias si nomor satu dipegang oleh William James Sidis, dengan skor IQ yang dimilikinya di antara 250 hingga 300. Kembali pada kecerdasan yang dimiliki Hawking, menurut sumber yang sama mengatakan, IQ seseorang yang berada pada angka 145 atau lebih, maka sudah termasuk dalam golongan orang yang jenius, dan tentu saja Hawking termasuk di dalamnya!
Namun, di balik tes IQ yang dilakukan, ternyata bisa terjadi pula hasil tes belum tentu sama akuratnya dengan kecerdasan yang dimiliki seseorang. Pasalnya, dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang memiliki skor IQ teratas, nyatanya Hawking tetap bisa tampil memukau dan menyita perhatian masyarakat dunia dengan pemikiran dan buku-buku karangannya.
Stephen Hawking dianggap sebagai salah satu pemikir terbesar di zaman ini. Ia merupakan seorang professor, penulis, dan fisikawan teoretis yang terkenal di dunia, sehingga seharusnya tidak perlu lagi mengenalkan biodata Hawking pada setiap artikel.
Dalam salah satu bukunya yang terkenal berjudul A Brief History of Time, yang telah terjual lebih dari 10 juta salinan di seluruh dunia, Hawking berhasil membuat masyarakat dunia memalingkan perhatian ke arahnya. Akibat banyak kutipannya yang kontroversi juga, Hawking sampai saat ini masih dijadi pusat perhatian para ilmuwan, peneliti, dan orang-orang yang bergelut dalam bidang akademisi, termasuk penggemarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)

