Batik Keris buktikan konsistensinya lewat pendekatan budaya dan teknologi dengan memperkuat eksistensinya di pasar digital bersama Shopee. (Foto: dok Ist)
JAKARTA – Gempuran tren fesyen yang kian kompleks serta pergeseran preferensi konsumen menuju gaya yang lebih modern dan digital, tidak membuat jenama asal Solo, Batik Keris kehilangan relevansinya.
Justru, predikat “legendaris” menjadi fondasi bagi merek tekstil yang telah berkarya hampir satu abad ini, untuk terus beradaptasi dan berkembang mengikuti perubahan zaman. Tanpa meninggalkan akar tradisi, Batik Keris buktikan konsistensinya lewat harmonisasi pendekatan nilai budaya (heritage) dan teknologi (tech) dengan memperkuat eksistensinya di pasar digital bersama Shopee.
Direktur Batik Keris Andy Rusli meyampaikan, sejak awal, Batik Keris meyakini bahwa batik tidak boleh berhenti sebagai artefak budaya. Batik harus terus hidup, dipakai, dirayakan, dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
“Kami memahami bahwa keberlanjutan sebuah merek legendaris sangat bergantung pada kemampuannya menyinkronkan ritme sejarah dengan derap teknologi. Bertahan saja sudah merupakan sebuah pencapaian, namun Batik Keris memilih untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.
“Upaya kami adalah untuk terus berkembang dengan membaca perubahan perilaku konsumen, memanfaatkan kanal distribusi modern, serta menjaga keseimbangan antara inovasi dan autentisitas,” katanya.
Dari Warisan ke Masa Depan: Strategi Batik Keris Menjaga Relevansi

