Peneliti Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta, menyebut faktor elektabilitas Prabowo yang konsisten berada di posisi puncak menjadi penjelasan utama.
“Berdasarkan beberapa hasil survei baik nasional maupun survei lokal yang kami lakukan, Prabowo Subianto dalam top of mind publik pada simulasi Pilpres melawan siapapun, masih menempati posisi paling atas dalam berbagai simulasi elektoral,” ujar Nurul Fatta kepada RMOL, Minggu, 8 Februari 2026.
Menurutnya, temuan survei tersebut membuat dukungan dua periode terhadap Prabowo menjadi semakin rasional secara politik. Partai-partai melihat peluang elektoral yang kuat dan relatif aman jika kembali mengusung Prabowo pada Pilpres mendatang.
Namun, Fatta menilai ada fenomena menarik di balik dukungan tersebut. Sejumlah partai menyatakan dukungan kepada Prabowo dua periode, tetapi tidak dalam satu paket dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Pada konteks ini, yang paling menarik beberapa partai menyatakan dukungan kepada Prabowo dua periode, tetapi tidak satu paket dengan Gibran,” jelasnya.
Pernyataan tersebut datang dari dua partai dengan latar posisi politik yang berbeda pada Pemilu 2024. Partai Amanat Nasional (PAN), yang sebelumnya merupakan bagian dari Koalisi Prabowo–Gibran, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang justru berada di luar koalisi pada Pilpres lalu, sama-sama menyampaikan sikap dukungan yang tidak secara eksplisit mengikatkan diri pada pasangan yang sama.
Fenomena ini, bagi Nurul Fatta, menunjukkan bahwa magnet elektoral Prabowo berdiri kuat sebagai figur, sementara konfigurasi pasangan masih terbuka dan menjadi ruang tarik-menarik kepentingan politik ke depan.

