Hari Valentine kenapa Identik dengan Bunga Mawar? (Foto: Freepik)
JAKARTA – Setiap 14 Februari, bunga mawar merah hampir selalu menjadi pilihan utama untuk merayakan Hari Valentine. Tradisi memberi mawar kepada orang terkasih seolah tak terpisahkan dari perayaan hari kasih sayang tersebut. Namun, di balik kelopaknya yang indah, tersimpan kisah panjang tentang cinta, mitologi, dan simbolisme yang telah bertahan selama berabad-abad.
Tradisi ini berakar jauh ke masa lalu, terutama dari mitologi Yunani. Mawar telah lama dikaitkan dengan Aphrodite, dewi cinta dan kecantikan.
Menurut kisah yang berkembang, dikutip rd, Minggu (8/2/2026), mawar putih pertama kali muncul saat kelahiran Aphrodite. Namun, bunga itu kemudian berubah menjadi merah akibat darah sang dewi yang terluka oleh duri mawar saat berusaha menyelamatkan kekasihnya, Adonis.
Dalam cerita tersebut, Aphrodite bergegas memperingatkan Adonis yang tengah berburu dan terancam oleh babi hutan. Di tengah kepanikannya, kakinya tergores duri mawar hingga darahnya menodai kelopak putih mawar, menjadikannya merah. Sayangnya, ia terlambat dan Adonis meninggal dunia. Sejak saat itu, mawar merah dianggap sebagai simbol cinta yang mendalam sekaligus pengorbanan.

