Tak terima atas musibah yang menimpa buah hatinya, sang ibu, Jellyani (36), resmi melaporkan insiden berdarah tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Sabtu 7 Februari 2026.
Di depan petugas SPKT Polrestabes Palembang, Jellyani mengatakan, peristiwa memilukan itu terjadi di Jalan Panca Usaha, tepatnya di sekitar SMKN 8 Palembang, Kelurahan 5 Ulu, Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Jellyani mengaku pertama kali mengetahui kondisi anaknya setelah mendapatkan kabar dari rekan-rekan korban.
“Ada teman putra saya datang ke rumah mengabarkan kalau putra saya kena bacok di bagian kepala. Saat itu sudah dibawa ke RSUD Bari,” kata Jellyani dikutip dari RMOLSumsel.
Ketika tiba di rumah sakit, AA sedang dirawat di IGD. Dari keterangan putranya yang masih sadar, katanya ia dibacok oleh sekelompok orang yang sedang tawuran menggunakan celurit.
“Usai dibacok, putranya langsung dibantu teman-temannya untuk menghentikan pendarahan dengan membalut kepalanya dengan pakaian,” kata Jellyani
Setelah sempat dirawat di RSUD Bari, kata Jellyani, putranya dirujuk ke RSMH Palembang untuk menjalani tindakan operasi akibat luka bacok yang cukup serius di bagian kepalanya.
“Saya berharap pelaku cepat ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Jellyani.
Pamapta Polretabes Palembang Ipda Tamia Ramadhany membenarkan telah menerima laporan penganiayaan terhadap seorang remaja yang yang diduga dilakukan sekelompok orang.
“Laporan sudah kami terima dan kami teruskan ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang untuk segera ditindak lanjuti,” kata Tamia.

