Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
MADRID – Pengamat MotoGP, Juan Martinez, memberikan sanjungan atas perubahan gaya balap Marc Marquez yang dinilai jauh lebih bersih dan penuh perhitungan. Sebagai juara bertahan MotoGP yang kini membela tim Ducati Lenovo, Marquez menunjukkan transformasi signifikan dengan meninggalkan gaya agresif yang berisiko tinggi demi efisiensi dan ketepatan di atas lintasan balap.
Marc Marquez kini berstatus sebagai juara bertahan MotoGP. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu berhasil menjadi juara setelah tampil impresif bersama Ducati Lenovo pada MotoGP 2025.
Marquez meraih titel ketujuhnya usai memenangkan 14 balapan sprint, dan 11 balapan utama. Sayangnya, Marquez cedera di akhir musim setelah bertabrakan dengan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) di MotoGP Mandalika 2025.
Walau demikian, Marquez sejatinya tertabrak dari belakang dalam balapan itu. Hal itu bisa diartikan Marquez bukan penyebab kecelakaan tersebut. Bisa dibilang, Marquez tak seagresif dulu.
1. Adaptasi Fisik dan Kecerdasan Taktis
Martinez pun mempunyai pemikiran serupa. Pengamat MotoGP itu mengatakan, Marquez sudah bisa menyesuaikan diri secara gaya membalap dan tidak seagresif dulu.
“Saya rasa Marc, seperti atlet top lainnya di disiplin apa pun, tidak diragukan lagi paling dikenal karena kemampuannya beradaptasi dengan berbagai situasi,” kata Martinez dilansir dari Motosan, Selasa (10/2/2026).
“Saya rasa itu bukan hanya adaptasi teknis, tetapi juga adaptasi fisik dari pihaknya. Kita jelas melihat proses pemulihannya setelah kecelakaan di akhir musim, kondisi bahunya, betapa rapuhnya, dan betapa sadarnya dia akan keterbatasan yang mungkin dimiliki bahu dan lengan kanannya. Dan saya rasa itu merupakan kombinasi dari keduanya,” tambahnya.

