Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono Caping, dalam rapat kerja bersama Perum Bulog.
“Kondisi daya beli rakyat belum sepenuhnya pulih. Negara harus hadir untuk menjaga harga dan stok pangan agar benar-benar berada dalam penguasaan negara. Jangan lengah, momen hari besar keagamaan seperti Ramadan sering dimanfaatkan oknum untuk mencari keuntungan tanpa batas,” kata Riyono, dikutip Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam rapat kerja tersebut, Bulog menyampaikan stok beras hingga awal Februari masih berada di angka 3,2 juta ton. Sementara itu, produksi minyak baru mencapai sekitar 20 persen dari rencana nasional sebesar 700 ribu ton.
“Stok, distribusi, dan harga menjadi kunci pengendalian di pasar modern maupun tradisional. Rantai distribusi di daerah minus pangan harus diperbaiki dan diutamakan untuk menghindari kenaikan harga,” kata Riyono.
Riyono juga menyampaikan sejumlah saran terkait strategi dan kesiapan Bulog agar mampu menjalankan peran sebagai regulator sekaligus pengendali harga di lapangan demi kepentingan rakyat.
“Pangan harus dikuasai oleh negara. Tidak boleh ada oknum atau siapa pun yang mengendalikan harga pangan di luar jangkauan negara. Apalagi produk pangan berbasis impor, harus dikawal ketat oleh Satgas Pangan. Negara tidak boleh ikut terlibat mencari keuntungan dari rakyat, negara harus hadir memberikan kepastian harga yang terjangkau,” tegasnya.

