Kegiatan sertifikasi dai dibuka langsung Ketua Umum Mathla’ul Anwar, KH Embay Mulya Syarief dan dihadiri Ketua Majelis Fatwa Mathla’ul Anwar, Prof Sibli Sardjaya; Ketua Mathla’ul Anwar Bidang Dakwah, KH Hasani Ahmad Said; Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia, Jazuli Juwaini dan beberapa tokoh lain.
Program ini menjadi ikhtiar strategis dalam memperkuat kualitas dan kapasitas dai agar mampu menjawab tantangan zaman di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.
Hadir sebagai pembicara, Jazuli menekankan pentingnya Mathla’ul Anwar sebagai organisasi dakwah untuk membekali para kader agar siap menjadi dai rahmatan lil ‘alamin bagi Indonesia.
“Dai Mathla’ul Anwar harus memiliki pemahaman kebangsaan utuh. Indonesia adalah negara majemuk sekaligus beragama. Karena itu, karakter dakwah yang kita emban harus teduh, sejuk, damai, menyatukan, serta mendorong kemajuan bangsa,” tegas Jazuli, Selasa, 10 Februari 2026.
Jazuli yang juga dai kader Mathla’ul Anwar ini menyoroti tantangan dakwah di era globalisasi, kemajuan teknologi, dan bonus demografi. Perkembangan zaman harus ditangkap secara cerdas oleh para dai agar dakwah tetap relevan dengan kebutuhan umat dan generasi baru.
“Nilai-nilai Islam tidak boleh goyah, tetapi cara dan pendekatan dakwah harus terus beradaptasi dan berinovasi, sebagaimana perintah Allah SWT untuk berdakwah dengan penuh hikmah dan keteladanan,” jelas anggota DPR RI ini.
Program sertifikasi 1.000 dai ini menjadi bagian pengabdian Mathla’ul Anwar sebagai salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia yang telah berusia 110 tahun.
“Dengan jalan dakwah inilah, insyaallah Mathla’ul Anwar akan semakin besar kontribusinya untuk umat, bangsa, dan negara,” tutup Jazuli.

