Berita Tinju: David Benavidez semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu petinju paling berbahaya di dunia saat ini. Dengan sabuk juara dunia kelas berat ringan WBC melingkar di pinggangnya dan popularitas yang terus meningkat, petinju berjuluk El Monstro itu kini sulit diabaikan dalam peta persaingan tinju elite.
Benavidez dijadwalkan kembali naik kelas pada musim panas ini untuk menghadapi Gilberto Ramirez dalam perebutan gelar WBO dan WBA kelas penjelajah. Setelah itu, petinju berusia 29 tahun tersebut berencana turun kembali ke kelas 175 pon untuk mengejar dua nama besar lain, Dmitry Bivol dan Artur Beterbiev. Menariknya, kedua petinju asal Rusia tersebut telah menyatakan minat untuk berbagi ring dengan Benavidez, sebuah indikasi bahwa reputasinya kian diperhitungkan.
Namun di balik jadwal besar yang menantinya, ada satu pertarungan yang belum pernah lepas dari benak Benavidez, yakni duel melawan Saul Canelo Alvarez. Selama bertahun-tahun, ia secara terbuka mengampanyekan laga tersebut, tetapi kesepakatan tak pernah terwujud.
Dalam wawancara di The Danza Project, Benavidez mengakui bahwa absennya duel melawan Alvarez akan selalu meninggalkan kekosongan dalam perjalanan kariernya. “Seratus persen. Dalam tinju, bahkan di olahraga apa pun, selalu ada rival utama. Alvarez adalah rival terbesar saya. Jika pertarungan itu tidak pernah terjadi, itu akan menjadi momen yang disayangkan dalam sejarah tinju. Jika tidak terwujud, sebenarnya tidak banyak yang bisa saya lakukan,” ujar Benavidez.
Ia juga mengakui bahwa daya tarik laga tersebut sedikit berkurang setelah Alvarez mengalami kekalahan dari Terence Crawford tahun lalu. Menurut Benavidez, hasil tersebut mengubah persepsi publik terhadap sang bintang Meksiko. “(Crawford) mengambil banyak hal dari nilai pertarungan itu. Saat itu, Alvarez terlihat hampir tak tersentuh. Jika saya bisa mengalahkannya ketika ia masih dianggap tak terkalahkan, dampaknya akan jauh lebih besar,” katanya.
Benavidez menambahkan bahwa kekalahan tersebut membuat performa Alvarez kini sulit diprediksi. “Sekarang kita tidak tahu versi Canelo yang akan muncul, apakah dia benar-benar siap atau justru terlihat tidak lagi lapar akan kemenangan,” lanjutnya.
Meski tekanan dari penggemar dan Benavidez terus mengalir, Canelo Alvarez tetap menunjukkan bahwa ia akan menentukan sendiri arah kariernya. Petinju berusia 34 tahun itu telah mengunci jadwal kembali bertarung pada September mendatang dan diperkirakan akan mengejar kembali gelar kelas menengah super.
Jika Alvarez kembali naik ke kelas berat ringan, ia telah memberi sinyal bahwa duel ulang melawan Dmitry Bivol berada di atas daftar prioritasnya, sementara laga melawan David Benavidez masih belum tentu menjadi pilihan.
Artikel Tag: canelo Álvarez, david benavidez, tinju kelas berat ringan
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/david-benavidez-akui-duel-lawan-canelo-alvarez-jadi-impian-terbesarnya

