Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta aparat penegak hukum menindak tegas guru yang diduga melecehkan siswinya. Menurut Pramono, tidak ada ruang bagi pelecehan seksual di Jakarta.
“Kalau ada tindakan pelecehan seksual, bagi siapa pun yang melakukan itu dan di mana pun di Jakarta, saya meminta aparat penegak hukum mengambil tindakan setegas-tegasnya,” ucap Pramono, Selasa (10/2/2026).
Pramono menegaskan, tak ada kompromi bagi pelaku kejahatan seksual. “Tidak ada kompromi untuk itu, termasuk kalau ada perundungan dan sebagainya,” sambungnya.
Sebagai informasi, seorang siswi perempuan menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh mantan gurunya yang mengajar di salah satu sekolah di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi pada awal Februari 2026.
Wakil Kepala Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sri Yatmini mengatakan peristiwa ini diduga terjadi pada 2025 silam saat korban masih merupakan murid di sekolah tersebut. Kini, korban telah pindah ke sekolah lain yang juga berada di kawasan Jakarta Timur.
“Kejadian tersebut sebenarnya sudah sejak satu tahun yang lalu. Namun demikian, pada saat itu anak korban ini pindah dari sekolah tersebut,” kata Sri Yatmini, Selasa 10 Februari 2026.
Sri Yatmini mengatakan, pelaku atau mantan guru korban diduga membuat grup WhatsApp. Korban yang tergabung dalam grup tersebut kemudian diduga menerima pelecehan secara verbal.
(Arief Setyadi )

