Hal itu disampaikan pengamat politik Citra Institute, Efriza saat merespons isu dua periode Presiden Prabowo.
“Tampaknya Gerindra tidak ingin mengajukan Gibran sebagai cawapres,” ujar dia kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu menambahkan,salah satu fakta politik yang dapat dijadikan pembelajaran Gerindra adalah ketika Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) maju di periode kedua.
“Gerindra percaya diri melihat fakta dari SBY dan Jokowi sebagai petahana presiden memasuki di periode keduanya mereka makin populer, elektabilitas menanjak, dan pasti menang mau berpasangan dengan siapapun,” tuturnya.
“Hal yang sama memungkinkan terjadi terhadap Prabowo,” pungkas Efriza.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

