Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Februari 2026.
“Bapak presiden tadi meminta agar kita membuat penjelasan yang lebih lengkap dalam bentuk sarasehan ekonomi, yaitu ‘Indonesia Economic Outlook’ yang akan diselenggarakan pada hari Jumat nanti. Di sana akan diberikan penjelasan mengenai posisi pemerintah terkait juga dengan program-program unggulan dari pemerintah,” ujar Airlangga.
Dalam forum tersebut, pemerintah akan menjelaskan sejumlah indikator ekonomi, termasuk potensi peningkatan penerimaan negara serta arah kebijakan strategis ke depan, salah satunya terkait pengelolaan investasi melalui BPI Danantara.
“Nah, ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan, utamanya mengenai penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat, serta terkait dengan rencana dari Danantara,” terang Airlangga.
Terkait penilaian lembaga pemeringkat, Airlangga menegaskan posisi Indonesia masih berada pada level layak investasi.
“Dilaporkan pula kepada Bapak Presiden bahwa dari seluruh lembaga pemeringkat, baik Moody’s, Fitch, maupun S&P, penilaiannya masih pada level investment grade. Memang ada outlook negatif dari Moody’s,” tutup Airlangga.

