Data ini menjadi perhatian utama karena akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dikutip dari Yahoo Finance, pergerakan pasar saham terlihat sejak awal perdagangan. Kontrak berjangka Dow Jones naik sekitar 0,1 persen dan membuka peluang indeks tersebut melanjutkan penguatan ke level rekor baru. Kontrak berjangka S&P 500 juga menguat 0,1 persen, sementara Nasdaq 100 naik 0,2 persen.
Penguatan ini menyusul penutupan bursa sehari sebelumnya yang bergerak beragam. Dow Jones mencatat rekor penutupan ketiga berturut-turut dengan kenaikan 52 poin atau 0,1 persen ke level 50.188. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,3 persen ke 6.942, Nasdaq melemah 0,6 persen ke 23.102, dan Russell 2000 turun 0,4 persen ke 2.679.
Tekanan pasar muncul setelah data penjualan ritel AS menunjukkan perlambatan, meskipun musim laporan keuangan perusahaan sejauh ini tergolong kuat. Kondisi tersebut membuat investor lebih berhati-hati menunggu arah ekonomi selanjutnya.
Laporan NFP diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 66.000 lapangan kerja pada Januari, meningkat dari 50.000 pada Desember. Angka ini menjadi krusial karena akan menentukan apakah pasar tenaga kerja mulai melemah secara signifikan.
Analis pasar Scope Markets, Joshua Mahony, mengatakan investor kini menimbang apakah pelemahan pasar kerja cukup kuat untuk mendorong Ketua The Fed Jerome Powell mengambil langkah pelonggaran sebelum masa jabatannya berakhir Mei mendatang.
“Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 40 persen bahwa The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneter pada Maret atau April,” ujar Mahony.

