Langkah strategis ini diambil guna memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk memperkokoh sisi permintaan (demand side) di tengah masyarakat.
Target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM), yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Selasa 10 Februari 2026.
Untuk menyokong puluhan juta keluarga tersebut, pemerintah telah menyiapkan skema bantuan yaitu; setiap keluarga akan menerima 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng. Bantuan diberikan rutin selama dua bulan.
Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp11,92 triliun untuk bantuan tersebut.
Bantuan pangan ini menyasar spektrum masyarakat yang luas, mencakup kategori sangat miskin (desil 1), miskin (desil 2), hampir miskin (desil 3), hingga kelompok rentan miskin (desil 4).
Distribusi akan dimulai pada bulan Ramadhan atau Februari 2026. Airlangga meminta seluruh instansi terkait dan pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam menjaga kelancaran logistik agar bantuan sampai tepat waktu.

