Jakarta, CNN Indonesia —
Pilot pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR sempat meminta pertolongan saat ditembaki kelompok tak dikenal di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2).
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyebut Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro selaku Kopilot sempat mengirim pesan darurat melalui perangkat GPS.
Ia mengatakan pesan dikirim sesaat setelah pesawat berhasil mendarat sekitar pukul 11.05 WIB. Ketika itu, kata dia, pesawat langsung ditembaki dari arah hutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isir menyebut seluruh penumpang pesawat beserta pilot dan kopilot langsung turun dan berusaha menyelamatkan diri dari timah panas.
“Beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan, melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan,” jelasnya kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani menjelaskan pilot dan kopilot yang berusaha menyusul penumpang masih terus ditembaki oleh para pelaku.
“Pilot dan co-pilot berusaha menyelamatkan diri menyusul penumpang, namun keduanya ditembak saat berada di area landasan (runway),” tuturnya.
Sebelumnya Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menyebut pesawat Cessna dengan nomor registrasi PK-SNR tersebut terbang dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan tujuan Koroway Batu.
Setibanya di lokasi tujuan, kata dia, pesawat yang diawaki oleh Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro ditembaki kelompok tak dikenal.
“Sekitar Pukul 11.00 WIT, Polres Boven Digoel telah menerima informasi dari kantor Bandara Tanah Merah di, bahwa telah terjadi penembakan di Bandara Koroway Batu,” tuturnya.
Ia menjelaskan aksi penembakan terjadi dari arah hutan samping area Bandara Koroway Batu. Cahyo menyebut kedua Pilot dan Kopilot pesawat tersebut dipastikan tewas dalam insiden penembakan.
“Pada pukul 13.27 WIT, Polres Boven Digoel mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan yaitu dua orang yang diduga adalah Pilot dan Kopilot,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini tim gabungan dari Polda Papua dan Satgas Operasi Damai Cartenz yang akan dipimpin oleh Wakapolda Papua telah menuju ke lokasi.
(tfq/isn)
[Gambas:Video CNN]

