Pengamat politik Citra Intitute, Efriza menuturkan, Prabowo memiliki partai politik (parpol) besar yaitu Gerindra, ditambah dukungan dari mayoritas parpol parlemen untuk maju kembali di Pilpres 2029.
“Gerindra pastinya percaya diri Prabowo akan kembali memimpin untuk periode kedua, sehingga ia bisa dengan bebas memilih siapapun pasangan calonnya,” ujar dia kepada RMOL, Rabu, 11 Februari 2026.
Selain pertimbangan dari segi kekuatan elektoral, Efriza memerhatikan tren pencalonan presiden petahana tidak selalu dipasangkan dengan wakil presiden petahan.
Bahkan, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu memandang, Prabowo baiknya memilih sosok untuk pasangan pencalonan di PIlpres 2029 dari kalangan pakar ekonomi.
“Menuju periode kedua, jika pelajari dinamika presiden petahana, bahwa presiden dan wakil presiden akan pecah kongsi tidak akan maju bersama,” urainya.
“Melihat periode kedua petahana presiden, yang diajukan adalah sosok ekonom, memungkinkan kecenderungan itu terjadi sehingga untuk apa mendukung Gibran,” demikian Efriza menambahkan.

