Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

    February 11, 2026

    ASDP Dukung Stimulus Transportasi Lebaran 2026, Ada Diskon Tarif 100% pada 12-31 Maret : Okezone Economy

    February 11, 2026

    Respons Kubu Jokowi soal Bonatua Dapat Salinan Ijazah dari KPU

    February 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Viral Guru Telanjangi Siswa-siswa SD di Jember karena Kehilangan Uang

    Viral Guru Telanjangi Siswa-siswa SD di Jember karena Kehilangan Uang

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 11, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Viral di media sosial aksi seorang guru sekolah dasar (SD) yang melucuti busana siswanya demi mencari uang yang hilang di Jember, Jawa Timur (Jatim).

    Peristiwa itu diduga terjadi di SDN Jelbuk 02, dan pelaku adalah guru wali kelas V sekolah tersebut. Mengutip dari detikJatim, aksi itu dilakoni guru karena mengaku kehilangan uang sejak beberapa sebelumnya.

    Pada hari insiden, Jumat (6/2), guru tersebut kemudian menggeledah tas 22 siswanya hingga menelanjangi muridnya.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Merespons peristiwa itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember membebastugaskan sementara guru tersebut guru yang berstatus PPPK inisial FT itu.





    Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, mengaku pihaknya telah memanggil guru tersebut untuk memberikan keterangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata Arif, guru itu mengaku melakukan tindakan tersebut karena merasa kehilangan uang berkali-kali.

    “Kalau cerita dari yang bersangkutan katanya beliau kehilangan uang Rp200 ribu pada Senin (2/2). Dan itu bukan yang pertama kalinya menurut guru tersebut,” kata Arief, Rabu (11/2).

    Puncaknya pada hari insiden penelanjangan itu, kata Arief, guru itu kembali kehilangan uang senilai Rp 75 ribu. Arief mengatakan diduga kondisi kesehatan yang kurang optimal serta tekanan psikologis, menjadi faktor pemicu guru tersebut bertindak di luar batas.

    Kendati guru yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya. kata Arief, Dinas Pendidikan Jember tetap memberikan sanksi administratif sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

    “Tetapi kami selaku dinas juga harus bertindak profesional sesuai dengan SOP yang berlaku, maka akan ada hal-hal yang harus kita lakukan,” tegasnya.

    Sebagai langkah awal untuk mendinginkan situasi dan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali kondusif, dispendik Jember telah menarik guru tersebut dari tugas mengajarnya di sekolah tersebut.

    “Jadi kita tarik untuk sementara sembari kita berkoordinasi dengan OPD [organisasi perangkat daerah] yang lain, agar supaya beliau bisa kita pindahkan di tempat yang lain. Tujuannya agar supaya siswa dan wali murid ini bisa menjalani kegiatan belajar mengajar dengan baik lagi,” katanya.

    Kronologi insiden

    Peristiwa itu berawal saat pelaku mengaku kehilangan uang Rp75 ribu dalam bentuk lembaran baru. Sebelumnya, pada Senin (2/2), ia juga mengaku kehilangan uang sebesar Rp 200 ribu.

    Lantaran curiga, pelaku memanggil 22 siswanya dan menggeledah tas mereka satu per satu. Namun, karena uang tidak kunjung ditemukan, ia mengambil tindakan ekstrem pada pukul 11.00 WIB dengan melakukan penggeledahan tubuh.

    Siswa laki-laki diminta menanggalkan seluruh pakaian hingga tanpa busana. Sementara itu, siswa perempuan diperintahkan membuka pakaian dan hanya menyisakan pakaian dalam.

    Di sisi lain, wali murid yang curiga karena anak-anak mereka tak jua pulang kemudian datang ke sekolah. Setiba di sekolah, sejumlah wali murid kemudian mendobrak pintu kelas V yang tertutup rapat.

    “Karena sampai Jumat siang anak-anak tidak pulang, wali murid datang mengecek. Kami mendapat laporan dari siswa kelas VI yang melihat kejadian itu,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (9/2) seperti dikutip dari detikJatim.

    Akibat kejadian ini, banyak siswa mengalami trauma hebat. Pada Sabtu (7/2), dilaporkan hanya enam siswa yang berani masuk sekolah karena dipanggil oleh guru, sementara puluhan lainnya memilih bolos karena takut.

    Wali murid sempat berniat mengirimkan petisi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Jember agar oknum guru tersebut dipecat. Namun, pihak Disdik telah turun tangan melakukan mediasi pada Minggu (8/2).

    Salah seorang wali murid yang identitasnya tak bisa disebut mengaku saat mediasi itu mereka  diminta menandatangani surat perjanjian.

    “Sudah ditangani Diknas. Kami diminta tanda tangan untuk tidak bicara, kalau saya ngomong nanti saya yang kena,” ungkap narasumber tersebut.

    Sementara itu Plt Kepala SDN Jelbuk 02, Arif Rahman mengaku menyerahkan kasus ini sepenuhnya telah dilimpahkan ke Dinas Pendidikan Jember.

    “Saya serahkan semua ke Diknas, silakan konfirmasi ke sana,” katanya.

    Baca berita lengkapnya di sini dan di sini.

    (kid/wis)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Respons Kubu Jokowi soal Bonatua Dapat Salinan Ijazah dari KPU

    February 11, 2026

    Kemenag Usul 630 Ribu Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK

    February 11, 2026

    Pengacara Sebut Bahar Smith Telah Selesai Diperiksa di Tangerang

    February 11, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

    Berita Nasional February 11, 2026

    Adies Kadir diangkat sebagai Hakim MK untuk menggantikan Arief Hidayat yang memasuki masa pensiun.  Gugatan…

    ASDP Dukung Stimulus Transportasi Lebaran 2026, Ada Diskon Tarif 100% pada 12-31 Maret : Okezone Economy

    February 11, 2026

    Respons Kubu Jokowi soal Bonatua Dapat Salinan Ijazah dari KPU

    February 11, 2026

    Bertahan di Crystal Palace, Oliver Glasner Yakin Jean-Philippe Mateta Akan Beri yang Terbaik

    February 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

    February 11, 2026

    ASDP Dukung Stimulus Transportasi Lebaran 2026, Ada Diskon Tarif 100% pada 12-31 Maret : Okezone Economy

    February 11, 2026

    Respons Kubu Jokowi soal Bonatua Dapat Salinan Ijazah dari KPU

    February 11, 2026

    Bertahan di Crystal Palace, Oliver Glasner Yakin Jean-Philippe Mateta Akan Beri yang Terbaik

    February 11, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.