Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyebut, fenomena tersebut sebagai tantangan serius bagi rumah sakit di Sumut.
“Ini persaingan. Kalau tata kelola dan kualitas layanan tidak dibenahi, masyarakat akan terus mencari alternatif di luar negeri,” kata Bobby saat membuka Seminar dan Workshop Perumahsakitan PERSI Wilayah Sumut di Medan, Selasa 10 Februari 2026.
Kedekatan geografis Sumut dengan Malaysia dan Singapura kerap dijadikan alasan tingginya angka berobat ke luar negeri.
Namun, kondisi itu sekaligus memperlihatkan ketimpangan kualitas layanan, mulai dari fasilitas, kecepatan penanganan, hingga rasa aman dan nyaman pasien di rumah sakit dalam negeri.
Pemprov Sumut sendiri mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan sebagai solusi jangka panjang.
Meski demikian, belum ada indikator jelas sejauh mana kebijakan tersebut mampu menghentikan kebocoran dana kesehatan masyarakat yang sudah terjadi bertahun-tahun.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyinggung persoalan pelayanan pasien, terutama di tengah polemik pencabutan status Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang sempat memicu keresahan.
“Tidak boleh ada lagi pasien ditolak dengan alasan biaya,” kata Bobby.

