
Makassar, CNN Indonesia —
Kepala sekolah (Kepsek) dan bendahara SMP Negeri 2 Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2024 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp319 juta.
“Dua tersangka tersebut, berinisial H selaku bendahara dana BOS dan S selaku Kepala Sekolah UPT SMPN 2 Galesong Selatan,” kata Kepala Kejari Takalar, Syamsurezky dalam keterangannya, Rabu (11/2).
Syamsurezky menuturkan bahwa kasus tersebut telah diselidiki oleh penyidik Kejari Takalar sejak tahun 2025 lalu dan telah memeriksa sekitar 71 orang sebagai saksi, termasuk keterangan dari saksi ahli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dari hasil penyidikan, diduga kuat telah terjadi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana BOS tahun anggaran 2024 yang dilakukan oleh kedua tersangka,” ungkapnya.
Akibat perbuatan kedua tersangka, kata Syamsurezky, negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp319 juta yang didasarkan hasil pemeriksaan dari Inspektorat Kabupaten Takalar.
“Dalam perkara ini, dugaan penyalahgunaan pengelolaan Dana BOS mengakibatkan kerugian keuangan negara/daerah sebesar Rp319.298.751,” jelasnya.
Kedua tersangka dijerat pasal 603 UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP juncto pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 tahun 1999 tentang korupsi sebagaimana diubah dengan undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 20 huruf c UU nomor tahun 2023 tentang KUHP.
Atau pasal 3 juncto pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 20 huruf c juncto pasal 618 undang-undang Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP.
“Kedua tersangka setelah diperiksa langsung ditahan di Lapas Takalar,” katanya.
(mir/dal)
[Gambas:Video CNN]

