IOC menyatakan Heraskevych melanggar pedoman ekspresi atlet, yang melarang pesan bernuansa politik saat bertanding. Meski sudah diberi peringatan terakhir, ia tetap bersikeras mengenakan helm tersebut.
“Setelah diberi satu kesempatan terakhir, Heraskevych tidak akan dapat memulai perlombaan karena menolak mematuhi Pedoman Ekspresi Atlet IOC,” ujar IOC dalam pernyataan resminya, dikutip dari France24, Jumat 13 Februari 2026.
Atas keputusan itu, Heraskevych langsung mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). CAS menyebut helm tersebut menampilkan potret atlet Ukraina yang gugur dalam perang dan dinilai tidak sesuai dengan Piagam Olimpiade.
Sebelumnya, IOC sempat menawarkan kompromi dengan mengizinkan Heraskevych memakai ban lengan hitam polos sebagai bentuk penghormatan. Namun ia menolak. Aksinya mendapat dukungan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Ini bukan kali pertama Heraskevych menyuarakan sikapnya. Pada Olimpiade Beijing 2022, ia pernah membentangkan spanduk bertuliskan “No War in Ukraine”, hanya beberapa hari sebelum Rusia menginvasi Ukraina.

